Latest Articles
Data ADP Diperkirakan Membaik, Ke mana Arah Dolar?
Laporan data Ketenagakerjaan sektor swasta yang akan dirilis oleh Automatic Data Processing (ADP) diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan moderat pada Desember setelah pada laporan di November mencatat penurunan tajam. Para investor menantikan laporan ADP dan data ketenagakerjaan AS lainnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang ke mana arah suku bunga Federal Reserve (The Fed) selanjutnya.
USDJPY Terjebak di Antara Arah Kebijakan BoJ dan The Fed
Pergerakan USDJPY saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah mencatat kenaikan pada sesi perdagangan sebelumnya. Dinamika ini mencerminkan tarik-menarik antara faktor fundamental yang menekan yen Jepang dan faktor eksternal yang membatasi penguatan dolar AS. Ketidakpastian kebijakan moneter, risiko fiskal Jepang, serta sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis data ekonomi utama AS menjadi latar belakang utama pergerakan pasangan mata uang ini.
Perubahan Sentimen Pasar Memaksa GBPUSD Melepas Kenaikan Intraday
Pound sterling terpaksa melepas sebagian kenaikan yang diperoleh sejak sesi perdagangan Asia pada Selasa, seiring dengan membaiknya sentimen pasar secara keseluruhan. Data ISM Manufacturing PMI Amerika Serikat yang lemah sempat menekan dolar AS dan mendorong penguatan GBPUSD.
Sentimen dan Spekulasi Pasar Dorong Emas ke Level Tertinggi Sepekan
Emas melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya dan kini di level tertinggi satu minggu, ditopang oleh meningkatnya risiko geopolitik global yang mendorong permintaan aset aman (safe haven). Selain itu, spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan kebijakan moneter yang lebih longgar turut melemahkan dolar AS, sehingga mendukung penguatan harga emas.
Nada ‘Hawkish’ RBA Dan Melemahnya Dolar AS Topang Kenaikan AUDUSD
AUDUSD lanjutkan penguatan atas meningkatnya ekspektasi lanjutan pengetatan kebijakan moneter oleh Reserve Bank of Australia (RBA). Hasil survei Australian Financial Review menunjukkan masih terdapat ruang bagi RBA untuk menaikkan suku bunga acuan hingga dua kali lagi guna meredam tekanan inflasi yang belum sepenuhnya terkendali.
Ketegangan Geopolitik Seret Emas Menuju Level Atas Empat Pekan
Emas terus stabil menguat sejak pembukaan perdagangan hari ini di tengah risiko geopolitik yang mendorong permintaan terhadap aset safe-haven. Spekulasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve juga semakin menguntungkan logam kuning yang tidak menghasilkan imbal hasil. Sementara penguatan dolar AS secara umum tampak tidak dapat menghambat kenaikan kuat pasangan XAUUSD.
Harga Emas Melonjak Diatas $4400 karena Krisis Venezuela
Harga emas melonjak di atas $4.400 pada Senin (04/1/2026) setelah operasi AS menangkap presiden Venezuela, memicu ketegangan geopolitik dan permintaan aset aman.
Harga emas (XAU)...
Data PMI Sektor Layanan China Lemahkan Dolar Australia
Dolar Australia lanjutkan penurunan setelah PMI Layanan RatingDog China turun pada Desember bersamaan dengan menguatnya dolar AS di tengah risiko geopolitik yang kembali meningkat. Namun, meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA)menjadi dapat membatasi melemahnya dolar Aussie lebih lanjut.
Yen Ke Terendah Dua Minggu, USDJPY Mendekati Level 160.00
Yen Jepang masih mengalami pelemahan di tengah ketidakpastian terkait pengetatan kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) lebih lanjut. Bahkan risiko geopolitik masih mendukung status dolar AS sebagai mata uang cadangan dan menopang penguatan USDJPY. Namun, perbedaan kebijakan moneter BoJ dan Federal Reserve (Fed) mengharuskan pasar untuk tetap berhati-hati.
Gold Kembali Dekati $4.400, Upaya Pulih Dari Koreksi Tajam
Harga emas mencapai $4.378 setelah kenaikan 65% pada tahun 2025, menandai reli tahunan terkuatnya sejak 1979 di tengah meningkatnya permintaan aset safe-haven.Pemotongan suku bunga...