Pasangan mata uang GBP/JPY terus menjadi sorotan pelaku pasar di awal pekan ini dengan pergerakan yang masih dinamis, dipengaruhi oleh serangkaian faktor fundamental dari...
AUDJPY melanjutkan penguatan untuk hari ketiga berturut-turut dengan menyentuh area 106.00, level tertinggi sejak Juli 2024. Kenaikan pasangan ini terutama didorong oleh pelemahan yen Jepang yang berlangsung cukup signifikan.
Data BRC Retail Sales Monitor YoY United Kingdom dilaporkan sebesar 0.01. Data ini lebih buruk daripada ekspektasi pasar yang sebelumnya diperkirakan di 0.009.
Data China, Chinese Exports Yuan untuk akan diumumkan pada jam 7:00 WIB dan diperkirakan di VS 2,345.63 (Nilai Sebelumnya).
Data China, Chinese Imports Yuan untuk...
Sterling (GBP) bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir terhadap mata uang utama di awal Januari, didukung oleh sentimen risiko global yang...
Yen Jepang berada di bawah tekanan menyusul meningkatnya ketidakpastian politik domestik dan arah kebijakan Bank of Japan (BoJ). Laporan mengenai kemungkinan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menggelar pemilu umum lebih awal menambah kekhawatiran pasar.
Harga emas naik lebih dari 1% menjadi di atas $4.570 per ons pada hari Senin, mencapai rekor tertinggi karena meningkatnya risiko geopolitik dan kekhawatiran...
Setelah berhasil menembus ke atas level 4550, emas kembali menjadi topik pembahasan pekan ini dengan menduduki Harga tertinggi sepanjang masa di level 4601, di awal perdagangan minggu ini di sesi Asia. Risiko geopolitik yang masih berkepanjangan dan spekulasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) menyusul data tenaga kerja AS di akhir pekan kemarin yang cukup positif, menjadi aktor dibalik penguatan logam mulia ini sebagai aset safe haven.
Data Australia, Household Spending MoM untuk akan diumumkan pada jam 7:30 WIB dan diperkirakan di 0.007 VS 1.4 (Nilai Sebelumnya).
Data Australia, ANZ-Indeed Job Ads...
Harga minyak mentah dunia kembali melemah, termasuk minyak West Texas Intermediate (WTI), setelah sebelumnya naik tajam lebih dari 3% pada sesi perdagangan kemarin. Penurunan harga ini disebabkan oleh meningkatnya persediaan minyak dunia, yang kembali memicu kekhawatiran akan kelebihan pasokan di pasar global.