Friday, January 9, 2026

Latest Articles

AUDUSD Kembali Melemah, Dolar Australia Tertekan Data CPI China

Dolar Australia melemah setelah data CPI tahunan China naik di bawah perkiraan, di tengah ketidakpastian kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA). Sementara itu, dolar AS masih memanfaatkan data tenaga kerja mingguan, di tengah kehati-hatian pasar menjelang data NFP AS.

Hongkong 50 Update Market 9 Januari 2026

Sentimen Positif untuk Indeks Hongkong adanya Optimisme awal tahun terkait transformasi teknologi & AI di saham-saham besar Hong Kong. Pergerakan korporasi besar (Hang Seng...

GBPJPY Update Market 9 Januari 2026

Sentimen Bullish untuk GBPJPY jika ; Data Jepang yang lemah, JPY kurang menarik sebagai safe-haven; Sentimen risk-on global jika pasar bereaksi positif terhadap data...

Kalender Ekonomi Hari Jumat ,09 Januari 2026; 9 Data / Berita Penting

Data Switzerland, Foreign Exchange Reserves untuk akan diumumkan pada jam 7:00 WIB dan diperkirakan di VS 727.39 (Nilai Sebelumnya). Data China, Chinese Inflation Rate YoY...

Emas Masih Cukup Rentan Lanjutkan Penurunan Tajam Kemarin

Emas mengalami aksi jual untuk hari kedua berturut-turut, meskipun penurunan tampaknya terbatas, mengingat risiko geopolitik yang meningkat dan pelemahan dolar AS yang dipengaruhi oleh kebijakan dovish The Fed memberikan dukungan bagi bullion. Para pelaku pasar juga tampaknya enggan dan memilih untuk menunggu rilis laporan NFP AS pada hari Jumat.

Gold Masih Tertekan Koreksi Jelang NFP

Harga emas tertekan turun karena kehati-hatian menjelang data pekerjaan penting AS (NFP) minggu ini. Harga emas turun menjadi sekitar $4.440 per ons pada hari...

Lemahnya Data Neraca Perdagangan Australia Semakin Menekan AUDUSD

Dolar Australia kembali melemah terhadap dolar AS pada Kamis setelah data Neraca Perdagangan Australia menunjukkan surplus perdagangan menyempit menjadi 2.936 miliar secara bulanan (MoM) pada November, turun dari 4.353 miliar pada periode sebelumnya.

USDJPY Kembali Terkoreksi Usai Sentuh Level Tertinggi Intraday

Yen melemah dan mendorong USDJPY menyentuh level tertinggi intraday sebelum berbalik terkoreksi. Tekanan datang dari data upah Jepang yang lemah serta ketidakpastian kebijakan Bank of Japan (BoJ). Namun, perbedaan ekspektasi kebijakan antara BoJ dan Federal Reserve (Fed) menahan pergerakan lanjutan USDJPY.

Data ADP Diperkirakan Membaik, Ke mana Arah Dolar?

Laporan data Ketenagakerjaan sektor swasta yang akan dirilis oleh Automatic Data Processing (ADP) diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan moderat pada Desember setelah pada laporan di November mencatat penurunan tajam. Para investor menantikan laporan ADP dan data ketenagakerjaan AS lainnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang ke mana arah suku bunga Federal Reserve (The Fed) selanjutnya.

USDJPY Terjebak di Antara Arah Kebijakan BoJ dan The Fed

Pergerakan USDJPY saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah mencatat kenaikan pada sesi perdagangan sebelumnya. Dinamika ini mencerminkan tarik-menarik antara faktor fundamental yang menekan yen Jepang dan faktor eksternal yang membatasi penguatan dolar AS. Ketidakpastian kebijakan moneter, risiko fiskal Jepang, serta sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis data ekonomi utama AS menjadi latar belakang utama pergerakan pasangan mata uang ini.