Angka inflasi Inggris (CPI) meningkat ke 3,4%, lebih tinggi dari ekspektasi 3,3% dan bulan sebelumnya 3,2%. Data ini menunjukkan tekanan harga yang masih ada dalam perekonomian Inggris — meskipun trennya diperkirakan akan turun selama 2026.
🧠 Dampak pada GBP/JPY:
- Angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat menunda ekspektasi penurunan suku bunga dari Bank of England (BoE) atau bahkan memperlambat sikap dovish BoE.
- Hal ini umumnya mendukung Pound (GBP) terhadap Yen (JPY) karena ekspektasi suku bunga Inggris yang tetap lebih tinggi.
- Akibatnya, pair GBP/JPY cenderung bertahan di level yang kuat atau mencoba rebound saat berita data inflasi ini diproses oleh pasar.
Namun, pasar masih memperhatikan kebijakan moneter berikutnya dari BoE karena tren inflasi kemungkinan turun ke target 2% menjelang akhir 2026.
2. Ketidakpastian Kebijakan Jepang & Risiko Fiskal
Berita ekonomi terbaru menunjukkan bahwa kebijakan fiskal Jepang menjadi fokus pasar:
- Pemerintah Jepang di bawah PM Sanae Takaichi mengejar pengeluaran yang lebih agresif (termasuk pemotongan pajak) yang memicu penurunan Yen dan mengangkat hasil obligasi pemerintah (JGB) jangka panjang.
- Yields JGB jangka panjang naik ke level tertinggi dalam puluhan tahun, menunjukkan tekanan inflasi dan risiko fiskal yang lebih tinggi di Jepang.
- Hal ini juga meningkatkan diskusi pasar mengenai kemungkinan intervensi valuta dan potensi konflik dengan Bank of Japan (BoJ).
🧠 Dampaknya pada GBP/JPY:
- Ketika Yen melemah akibat kebijakan fiskal dan ketidakpastian BoJ, maka GBP/JPY berpotensi naik karena Pound relatif lebih kuat.
- Namun, sentimen ini juga membawa risiko volatilitas karena pasar memposisikan ulang ekspektasi terkait kebijakan Jepang.
3. Ekspektasi Inflasi Jepang Meningkat — Potensi BoJ Menahan Suku Bunga
Survei terbaru menunjukkan mayoritas rumah tangga Jepang memperkirakan harga akan terus naik dalam beberapa tahun ke depan. Tingkat inflasi inti Jepang masih berada di atas target 2% Bank of Japan, yang membuka potensi BoJ lebih lama mempertahankan atau menaikkan suku bunga.
🧠 Dampaknya pada GBP/JPY:
- Jika BoJ bersikap lebih hawkish daripada yang diperkirakan (yaitu menaikkan suku bunga atau mempertahankan suku tinggi), ini dapat menguatkan JPY, sehingga memberi tekanan kepada GBP/JPY.
- Sebaliknya jika BoJ tetap ultra–akomodatif, Yen akan tetap lemah, yang akan mendorong GBP/JPY naik.
Ringkasan Fundamental untuk Trader GBP/JPY
📊 Faktor yang menguatkan GBP terhadap JPY
- Inflasi Inggris yang lebih tinggi dari ekspektasi → mendukung prospek suku bunga BoE lebih tinggi.
- Pound yang stabil atau menguat setelah data inflasi.
📉 Faktor yang melemahkan GBP terhadap JPY
- Sentimen risiko global dan permintaan aset safe–haven → Yen biasanya menguat ketika pasar risk–off.
- Kebijakan fiskal Jepang yang berisiko → bisa mendukung Yen jika BoJ harus bersikap lebih hawkish.
- Ekspektasi inflasi jangka panjang di Jepang menyebabkan BoJ mungkin




