Kenaikan Pound Tertahan, Dibayangi Geopolitik dan Arah Kebijakan The Fed

0
20

Javafx.co.id-Nilai tukar pound sterling Inggris masih bertahan di atas level $1,33 dan berupaya pulih setelah sebelumnya mengalami tekanan tajam yang sempat menyeretnya ke titik terendah dalam tiga bulan terakhir. Meski demikian, penguatannya sejauh ini masih terbatas di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Perhatian pasar kini tertuju pada eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah serta potensi dampaknya terhadap arah kebijakan Bank of England, menjelang keputusan suku bunga yang akan diumumkan pekan ini. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengisyaratkan bahwa operasi militer di Iran kemungkinan akan berlangsung lebih lama dari perkiraan awal. Sementara itu, pejabat Israel juga memperingatkan bahwa konflik dapat berlanjut selama beberapa minggu ke depan.

Situasi tersebut mendorong lonjakan harga energi, yang kemudian mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Inggris. Pelaku pasar kini melihat peluang sekitar 50% bagi Bank of England untuk menaikkan suku bunga pada November. Ini merupakan perubahan signifikan dibandingkan awal Maret, ketika pasar justru memperkirakan dua kali penurunan suku bunga sepanjang tahun ini.

Untuk pertemuan pekan ini, mayoritas analis memperkirakan suku bunga akan tetap dipertahankan. Namun, perhatian utama akan tertuju pada komposisi suara para pembuat kebijakan, dengan proyeksi hasil voting berada di kisaran 7-2 atau 6-3.

Di sisi lain, arah kebijakan moneter The Fed juga menjadi faktor penting yang membatasi ruang penguatan pound. Sikap bank sentral Amerika Serikat yang masih cenderung ketat membuat investor lebih memilih aset berbasis dolar AS yang dianggap lebih aman.

Kombinasi antara ketegangan geopolitik dan kebijakan moneter global tersebut membuat pergerakan pound masih cenderung fluktuatif dan belum menunjukkan tren penguatan yang solid dalam waktu dekat.

Buka Akun Trading
diJAVAaja