Kenaikan Suku Bunga RBA Topang Aussie Menguat Terhadap Greenback

0
500

AUDUSD menguat setelah RBA menaikkan suku bunga meski data Izin Bangunan di Australia yang mencatat penurunan Desember 2025 tidak menggoyahkan kenaikan dolar AS. Namun, dolar AS yang berpotensi menguat di tengah kehati-hatian pasar terkait prospek The Fed ke depannya dapat menahan kenaikan AUDUSD lenih lanjut.

Dolar Australia menguat terhadap dolar AS pada Selasa setelah Bank Sentral Australia (RBA) memutuskan untuk menaikkan Suku Bunga Dasar (OCR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,85% dari 3,6%. Keputusan yang telah diperkirakan secara luas oleh para pelaku pasar.

Aussie semakin menguat lebih setelah pernyataan Gubernur RBA, Michele Bullock, selama konferensi pers pasca-rapat, yang isyaratkan nada hati-hati. Bullock mengatakan tekanan inflasi masih terlalu kuat, seraya mengingatkan akan butuh waktu lebih lama untuk kembali ke target dan hal ini tidak lagi dapat diterima. Dia menekankan bahwa dewan akan tetap bergantung pada data dan menghindari panduan ke depan.

Sementara itu, pasangan mata uang AUDUSD tetap stabil meski data izin bangunan bulanan Australia yang disesuaikan secara musiman, turun tajam sebesar 14,9% menjadi 15.542 unit pada Desember 2025, membalikkan kenaikan yang direvisi turun sebesar 13,1% pada bulan sebelumnya.

Indeks Harga Konsumen (CPI) tahunan Australia naik 3,8% pada Desember, dari laporan sebelumnya 3,4%. Dengan inflasi inti tetap di atas target 2-3% RBA, data PMI dan tenaga kerja terbaru memperkuat argumen untuk sikap kebijakan moneter yang lebih ketat.

Dolar AS mendapat dukungan setelah imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun mendekati 4,27% pada Selasa, setelah naik hampir 1% pada sesi sebelumnya, didukung oleh data ekonomi AS yang kuat dan pergeseran ekspektasi kebijakan Federal Reserve (Fed) ke arah yang lebih hawkish.

Pencalonan Kevin Warsh oleh Presiden AS Donald Trump sebagai Ketua Federal Reserve (Fed) berikutnya. Pasar menginterpretasikan penunjukan Warsh sebagai sinyal akan pendekatan yang lebih disiplin dan hati-hati dalam pelonggaran moneter.