“Satu dovish, satu hawkish — menurut lo GBPJPY bakal terbang atau ambruk?”
Berikut artikel & berita ekonomi terbaru (23 Februari 2026) yang jadi faktor fundamental utama memengaruhi pergerakan harga GBP/JPY, fokus pada makro ekonomi Inggris, Jepang, sentimen global, dan kebijakan moneter yang kini jadi katalis penting di pasar Forex hari ini.
Faktor Fundamental yang Menggerakkan GBP/JPY – 23 Februari 2026
Pelemahan Pound Sterling Imbas Data Ekonomi Inggris
Sentimen pasar terhadap Pound sterling (GBP) sedang tertekan setelah serangkaian data ekonomi Inggris yang kurang menggembirakan:
- Tingkat pengangguran meningkat ke level tertinggi sejak beberapa tahun terakhir, sementara pertumbuhan upah melambat. Hal ini meningkatkan kemungkinan Bank of England (BoE) akan memangkas suku bunga dalam rapat mendatang, yang biasanya memberi tekanan negatif pada GBP.
- Inflasi Inggris turun ke level terendah dalam 10 bulan, memperkuat ekspektasi pasar bahwa BoE akan melakukan pemotongan suku bunga pada bulan Maret 2026. Hal ini cenderung melemahkan GBP terhadap mayoritas mata uang termasuk JPY.
Implikasi terhadap GBP/JPY:
Ekspektasi pemangkasan suku bunga di Inggris mengurangi daya tarik GBP; ini berpotensi memberi tekanan jual pada pasangan GBP/JPY.
Kinerja Data Ekonomi Inggris yang Mixed
Selain kelemahan di data tenaga kerja dan inflasi…
- Data Retail Sales dan PMI Inggris menunjukkan angka yang lebih kuat dari ekspektasi, yang membantu GBP sedikit tertahan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.
Namun data positif ini belum cukup kuat untuk sepenuhnya menghapus tekanan dari prospek kebijakan moneter yang lebih dovish.
Penguatan Yen Jepang karena Sentimen Safe-Haven
Yen Jepang (JPY) cenderung menguat sebagai mata uang safe-haven di tengah ketidakpastian global:
- Putusan Mahkamah Agung AS terkait kebijakan tarif Trump telah memicu risiko geopolitik dan memperkuat permintaan aset safe-haven seperti JPY.
- Ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) mungkin akan menaikkan suku bunga lebih awal daripada perkiraan sebelumnya turut mendukung JPY, karena potensi yield yang lebih tinggi akan menarik modal investasi.
Implikasi terhadap GBP/JPY:
Penguatan JPY berarti tekanan jual pada GBP/JPY — terutama jika safe-haven flows terus meningkat.
Sentimen Risiko Global dan Risiko Kebijakan AS
Sentimen global turut berperan besar:
- Ketidakpastian kebijakan perdagangan AS — khususnya kebijakan tarif — telah menciptakan volatilitas di pasar finansial global dan mendukung aliran modal ke aset defensif seperti JPY.
- Kondisi risk-off cenderung menguatkan JPY dan menekan pasangan yang berdenominasi GBP seperti GBP/JPY.
Kesimpulan Dampak terhadap Pergerakan GBP/JPY Hari Ini
Bullish GBP/JPY (tekanan naik) jika:
- Data UK surprise positif (Retail Sales, PMI)
- Ekspektasi kenaikan BoJ lebih kuat dari BoE easing
- Pound rebound karena fundamental Inggris membaik
Bearish GBP/JPY (tekanan turun) jika:
- Prospek BoE cut semakin kuat
- Safe-haven flows memperkuat yen
- Market risk-off berlanjut
Secara keseluruhan, GBP/JPY masih menunjukkan bias bearish jangka pendek karena kombinasi tekanan dari prospek moneter Inggris yang dovish dan penguatan JPY sebagai safe-haven — meski data ekonomi Inggris yang kuat sedikit meredam pelemahan.




