Kombinasi Sejumlah Faktor ‘Semangati’ Emas Bertahan di Jalur Kenaikan

0
70

Harga emas kembali menguat, melanjutkan reli tajam yang terjadi pada akhir pekan lalu. Pembelian emas oleh China, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar dari Federal Reserve (The Fed), serta pelemahan dolar AS menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan logam mulia tersebut. Namun demikian, membaiknya sentimen risk appetite global saat ini berpotensi membatasi kelanjutan penguatan emas.

Pada perdagangan Senin sesi Eropa, XAUUSD terpantau bergerak konsolidasi dengan bias bullish. Meski masih berada dalam tren positif, emas terlihat kesulitan melanjutkan kenaikan intraday dan tertahan sedikit di atas area 5.100. Saat ini, emas diperdagangkan relatif datar di kisaran 5.010, menguat tipis dibandingkan harga pembukaan awal pekan di sekitar 4.984.

Data yang dirilis akhir pekan lalu menunjukkan bahwa People’s Bank of China (PBOC) kembali melanjutkan pembelian emasnya untuk bulan ke-15 berturut-turut pada Januari. Di sisi lain, meningkatnya ekspektasi sikap dovish The Fed serta kekhawatiran pasar terhadap independensi kebijakan bank sentral Tiongkok turut menekan dolar AS selama dua hari berturut-turut. Kondisi ini memberikan dorongan tambahan bagi emas, yang dikenal sebagai aset tanpa imbal hasil, untuk tetap berada di jalur penguatan.

Meski demikian, meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah turut meningkatkan selera risiko investor, yang tercermin dari penguatan pasar saham global. Situasi ini berpotensi mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven, terutama di tengah fokus pasar yang kini tertuju pada rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dan enggan mengambil posisi agresif. Investor memilih menunggu rilis data makroekonomi AS pekan ini, termasuk laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang dijadwalkan rilis pada Rabu serta data inflasi konsumen terbaru pada Jumat. Kedua data ini diperkirakan akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan sekaligus memicu volatilitas pada pergerakan XAUUSD.