Masih Dibayangi Tekanan Fundamental, Pertemuan AS – Iran Dorong Rebound Emas

0
79

XAUUSD rebound pada perdagangan Selasa sesi Asia setelah mengalami koreksi tajam pasca sentuh rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada Kamis pekan lalu. Pemulihan ini terutama dipicu oleh meningkatnya sentimen safe haven menyusul kabar kesiapan Iran untuk melakukan pertemuan diplomatik dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pekan ini di Istanbul. Pertemuan tersebut menjadi fokus utama pelaku pasar setelah muncul pernyataan dari pihak AS mengenai kemungkinan opsi militer terhadap Iran, yang sebelumnya meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Secara fundamental, ketegangan antara Washington dan Teheran tersebut tetap menjadi salah satu sumber utama ketidakpastian global. Meskipun diplomasi membawa harapan meredanya ketegangan, pasar masih sangat sensitif terhadap setiap perkembangan negosiasi. Tanda-tanda kegagalan pembicaraan atau pernyataan bernada konfrontatif berpotensi kembali memicu lonjakan permintaan emas sebagai aset lindung nilai dalam waktu singkat, sehingga volatilitas diperkirakan tetap tinggi sepanjang pekan ini.

Sementara di sisi lain, penguatan emas kmeungkinan akan dibatasi oleh dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat. Penunjukan Kevin Warsh sebagai suksesor Jerome Powell di Federal Reserve saat jabatannya berakhir, menumbuhkan ekspektasi arah kebijakan yang lebih hawkish. Persepsi ini memperkuat dolar AS sekaligus meningkatkan imbal hasil obligasi pemerintah AS, kondisi yang secara historis menekan harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil dan menjadi relatif lebih mahal bagi investor global saat dolar menguat. Korelasi negatif antara emas dan yield kembali menjadi faktor penekan utama dalam pergerakan XAUUSD jangka pendek.

Tekanan tambahan datang dari keputusan Chicago Mercantile Exchange yang menaikkan persyaratan margin perdagangan emas dan perak. Kebijakan ini mendorong likuidasi posisi spekulatif berleverage tinggi dan meningkatkan volatilitas korektif setelah reli kuat sebelumnya. Fenomena ini sering menjadi bagian dari fase konsolidasi sehat sebelum pasar menentukan arah lanjutan.

Meski menghadapi tekanan jangka pendek, fundamental emas jangka menengah masih relatif solid. Ketegangan geopolitik global, lanhgkah pembelian emas yang berkelanjutan oleh bank sentral, serta kekhawatiran inflasi struktural masih menjadi faktor yang menopang harga emas. Namun dominasi dolar AS dan yield tinggi membuat reli agresif cenderung terbatas dalam waktu dekat.

Untuk pergerakan mingguan ini, XAUUSD diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi volatil. Pasar akan sangat reaktif terhadap setiap perkembangan geopolitik maupun sinyal kebijakan moneter AS. Pada awal pekan, pergerakan emas cenderung masih didominasi sentimen safe haven menjelang pertemuan AS – Iran, sehingga bias rebound tetap terbuka meski rawan koreksi cepat akibat penguatan dolar.

Memasuki pertengahan pekan, volatilitas diperkirakan meningkat seiring rilis data ekonomi AS dan komentar pejabat The Fed yang dapat menggerakkan yield obligasi. Jika imbal hasil kembali naik, tekanan terhadap emas berpotensi muncul.

Menjelang hasil pertemuan diplomatik, pasar kemungkinan bergerak sideways dengan fluktuasi lebar karena pelaku pasar menahan posisi besar. Headline apapun yang menunjukkan eskalasi atau kegagalan negosiasi, emas berpeluang melonjak tajam dalam waktu singkat. Sebaliknya, sinyal de-eskalasi berpotensi memicu aksi ambil untung.

Sementara di akhir pekan, fokus pelaku pasar akan cenderung kembali ke arah dolar AS dan ekspektasi kebijakan Fed, yang dapat menentukan apakah emas mampu mempertahankan rebound atau kembali memasuki fase koreksi lanjutan.