Menkeu Jepang Memuji Langkah BOJ Dalam Mengatasi Pandemi

JAVAFX – Menteri Keuangan Jepang Taro Aso pada hari Jumat menyambut baik skema pinjaman baru Bank of Japan untuk menyalurkan bantuan lebih banyak uang ke usaha kecil sebagai dampak mengurangi rasa sakit dari pukulan keras pandemi Covid-19.

Aso juga mengatakan kepada wartawan bahwa sulit untuk memprediksi prospek ekonomi Jepang yang sekarang mempertimbangkan kaitannya dengan ekonomi luar negeri, kondisi Jepang saat ini tidak dalam keadaan krisis keuangan.

Gold Trading

Bank Of Japan (BOJ) pada hari Jumat (22/5) telah meluncurkan skema pinjaman baru yang bertujuan memperpanjang tenggat waktu untuk langkah-langkah memerangi dampak virus corona hingga enam bulan kedepan.

Dalam pertemuan kebijakan darurat, Bank Sentral Jepang juga memperpanjang batas waktu untuk serangkaian tindakan yang telah dikerahkan untuk memerangi kejatuhan ekonomi yang semkain mendalam, termasuk percepatan pembelian utang perusahaan, selama enam bulan hingga Maret 2021.

Seperti yang diharapkan secara luas, BOJ mempertahankan pengaturan moneter tidak berubah termasuk target suku bunga jangka pendek -0,1% dan berjanji untuk memandu hasil obligasi pemerintah 10-tahun sekitar 0%.

Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda tidak akan mengadakan konferensi pers, kata bank sentral.

BOJ melonggarkan kebijakan moneter untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan April dengan memiringkan pembelian aset berisiko dan berjanji untuk membeli obligasi pemerintah dalam jumlah tak terbatas untuk memerangi pandemi.

Haruhiko Kuroda telah menginstruksikan stafnya bulan lalu untuk mengerjakan fasilitas pinjaman baru yang menargetkan bisnis kecil yang dilanda krisis kesehatan.

Dalam garis besar skema yang dirilis pada bulan April, BOJ mengatakan fasilitas baru akan menawarkan pinjaman tanpa bunga kepada lembaga keuangan yang meningkatkan pinjaman kepada perusahaan kecil dengan memanfaatkan program jaminan pemerintah. Ini juga menawarkan untuk membayar bunga 0,1% kepada pemberi pinjaman yang meningkatkan pinjaman tersebut.