AUDUSD lanjutkan penguatan atas meningkatnya ekspektasi lanjutan pengetatan kebijakan moneter oleh Reserve Bank of Australia (RBA). Hasil survei Australian Financial Review menunjukkan masih terdapat ruang bagi RBA untuk menaikkan suku bunga acuan hingga dua kali lagi guna meredam tekanan inflasi yang belum sepenuhnya terkendali.
Pelemahan dolar AS juga menjadi faktor penguatan AUDUSD. Meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed), seiring sinyal perlambatan ekonomi AS dan meredanya tekanan inflasi, menekan indeks dolar. Kombinasi faktor domestik dan global tersebut mendorong pasangan AUDUSD menguat dalam beberapa sesi terakhir.
Dibuka dari level 0.6709 di hari kedua pekan ini, AUDUSD menjaga momentum, diperdagangkan di sekitar level 0.6720 setelah dua hari berturut-turut mencatat kenaikan signifikan. Para pelaku pasar mungkin sedikit lebih berhati-hati menunggu rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Australia untuk bulan November yang dijadwalkan pada Rabu.
Selain menunggu data inflasi Australia, para pelaku pasar juga sedang menanti serangkaian data ekonomi penting AS pekan ini, termasuk laporan Nonfarm Payrolls (NFP), yang dapat menjadi petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS. Konsensus memperkirakan NFP akan meningkat sebesar 55.000 pekerjaan.
Dolar Aussie kemungkinan akan terus mendapat dukungan setelah survei terbaru terhadap para ekonom dikutip oleh Australian Financial Review (AFR), yang menyarankan Bank Sentral Australia (RBA) mungkin belum selesai dalam menaikkan suku bunga. Survei tersebut menunjukkan inflasi diperkirakan masih akan tetap tinggi sepanjang tahun depan, sehingga memicu ekspektasi setidaknya dua kenaikan suku bunga tambahan.




