NASDAQ tertekan di tengah kenaikan minyak dan imbal hasil obligasi

0
25

Javafx.co.id– Futures saham Amerika Serikat turun tajam pada hari Kamis seiring kembali menguatnya harga minyak, yang memicu kekhawatiran akan munculnya kembali tekanan inflasi. Harga minyak WTI kembali naik di atas $90 per barel, karena kekhawatiran perang Iran yang berpotensi berkepanjangan menutupi dampak dari pelepasan cadangan minyak secara terkoordinasi oleh negara-negara ekonomi besar.

Pasar juga menilai langkah pelepasan cadangan minyak darurat tersebut masih belum cukup, bahkan setelah International Energy Agency (IEA) menyetujui pelepasan cadangan terbesar sepanjang sejarah sebesar 400 juta barel minyak mentah. Dari jumlah tersebut, sekitar 172 juta barel berasal dari Amerika Serikat, yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 120 hari untuk sepenuhnya disalurkan ke pasar.

Di sisi lain, Irak juga menghentikan operasional di terminal minyaknya setelah dua kapal tanker menjadi sasaran serangan di perairan Irak. Peristiwa ini semakin menyoroti meningkatnya risiko gangguan pasokan energi di kawasan tersebut.

Baca juga : Sempat Turun, Oil Rebound Mendekati $90 Per Barel

Dari sisi Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,24% pada hari Kamis, mencapai level tertinggi dalam lima minggu terakhir. Kenaikan ini terjadi seiring kembali menguatnya harga minyak, yang meningkatkan risiko inflasi dan mengurangi kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.

Dari sisi data ekonomi, inflasi AS pada bulan Februari tercatat sesuai dengan perkiraan pasar, menunjukkan bahwa indeks harga konsumen (CPI) masih stabil namun tetap berada di atas target. Meski demikian, dampak penuh dari lonjakan harga energi akibat konflik tersebut diperkirakan belum sepenuhnya tercermin dalam data inflasi.

Pasar saat ini memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan pekan depan. Para trader juga hanya memperhitungkan kemungkinan satu kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, yang kemungkinan baru terjadi pada bulan September.

Buka Akun Trading
DiJavaaja