Emas tampak kesulitan mempertahankan kenaikan dalam dua hari terakhir di tengah kondisi fundamental yang beragam. Meningkatnya sentimen atas aset berisiko melemahkan logam mulia sebagai aset safe-haven, namun masih ditopang oleh proyeksi kebijakan moneter dovish The Fed, bersamaan dengan kekhawatiran independensi Fed yang justru semakin melemahkan dolar AS.
XAUUSD berhasil pulih dari penurunan sejak pembukaan perdagangan hari ini dari level 5.058 yang turun hingga ke level 4.988. Bullion saat ini diperdagangkan dengan penurunan intraday moderat di sekitar level 5.030.
Hasil pemilihan umum mendadak Jepang pada Minggu menghilangkan ketidakpastian politik, bersama dengan tanda-tanda mengendurnya ketegangan di Timur Tengah, yang masih memberi sentimen pasar yang optimis, menjadi faktor yang melemahkan harga emas sebagai aset safe-haven.
Sementara itu, ekspektasi para pelaku pasar bahwa Bank Sentral AS (Fed) setidaknya akan melakukan dua kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin di 2026, bersama dengan kekhawatiran independensi Fed, membuat dolar AS (USD) tertekan di dekat level terendah di lebih dari seminggu dan menopang emas untuk idak turun lebih jauh.
Saat ini, para pelaku pasar juga tampaknya sangat berhati-hati dan enggan untuk melakukan taruhan arah yang agresif menjelang rilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS pada Rabu besok dan data inflasi konsumen AS pada Jumat.




