Pasar Asia Loyo Pasca Iran Kirim Rudal Untuk AS

JAVAFX – Pasar Asia Pasifik jatuh pada perdagangan hari Rabu (8/1) setelah para pejabat Pentagon mengatakan bahwa Iran telah telah meluncurkan lebih dari selusin rudal balistik pada pangkalan di Irak yang menampung pasukan AS.

Indeks Nikkei 225 turun 2,45%, Indeks Kospi turun 1,42%, Indeks S&P/ASX 200 turun 0,82%.

“Pada tanggal 7 Januari waktu setempat, Iran meluncurkan lebih dari selusin rudal balistik untuk melawan militer AS dan pasukan koalisi di Irak. Jelas bahwa rudal ini diluncurkan dari Iran dan menargetkan setidaknya dua pangkalan militer Irak yang menampung personel militer dan koalisi AS di Al-Assad dan Irbil. Saat ini kami masih terus mencari informasi mengenai seberapa parah kerusakan dan berapa korban jiwa akibat dari serangan balasan dari Iran,” Asisten Sekretaris Pertahanan AS untuk Urusan Publik Jonathan Hoffman mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Serangan pada hari Selasa yang terjadi ketika ketegangan antara AS dan Iran telah meningkat, menyusul serangan udara Kamis yang menewaskan komandan tertinggi Iran Qasem Soleimani.

Sementara itu, Saham berjangka AS ditutup jatuh untuk perdagangan hari Selasa malam, dengan Dow Jones Industrial Average berjangka anjlok lebih dari 400 poin dan menunjukkan kerugian 432 poin pada pembukaan perdagangan hari Rabu. S&P 500 dan Nasdaq 100 futures menunjukkan kerugian setidaknya 1,5%.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) melonjak 4,5% atau $2,83 di level $65,53. Minyak Benchmark internasional, Brent naik 4,2% atau $2,86, menjadi $71,24 per barel.

Menyusul laporan serangan itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Stephanie Grisham mengatakan Presiden Donald Trump “telah diberi pengarahan dan sedang memantau situasi dengan cermat dan berkonsultasi dengan tim keamanan nasionalnya.”

Spot gold juga naik 2,07% menjadi $1,606.48 per ounce. Emas berjangka untuk pengiriman Februari naik 2,12% menjadi $1,607.6. Logam mulia dianggap sebagai aset safe haven.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berakhir di level 97,005, melompat dari level terendah sebelumnya di 96,621.

Analisa Fundamental

Latest Articles

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Saat Pasar Fokus Pada Inflasi, Dolar AS Tertahan Retorika Fed

Dolar AS tidak dapat berbuat banyak, dan harus ikhas tertahan tidak jauh dari level terendah tahun ini atas masih setianya para pelaku pasar terhadap Federal Reserve yang akan tetap teguh pada pengaturan kebijakan yang kendur menjelang data inflasi tahunan AS yang diperkirakan akan menunjukkan kenaikan tajam.

Presiden Korea Selatan Dijadwalkan Bertemu Biden di Gedung Putih

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada 21 Mei mendatang akan menjadi pemimpin dunia kedua yang bertemu langsung dengan Presiden Joe Biden di Gedung Putih,...

Erdogan: Biden Berlumur Darah karena Dukung Israel

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan hari Senin (17/5) mengatakan, tangan Presiden AS Joe Biden "berlumur darah" karena mendukung Israel dalam konflik di Jalur Gaza. Komentar...

Biden Umumkan Cara Baru untuk Dorong Vaksinasi

Presiden AS Joe Biden, Selasa (11/5) mengumumkan cara baru untuk membantu lebih banyak orang Amerika memperoleh vaksin terhadap pandemi virus corona. Gedung Putih mengatakan bahwa...

Let us help you

Register for our free Webminar !

Tujuan utama dari layanan webinar ini adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan informasi agar dapat menjadi seorang trader pro.

Webinar ini diselenggarakan secara live dengan berbagai topik menarik, mulai dari tutorial platform trading, analisis teknikal, strategi dan robot trading, hingga update berita fundamental yang berdampak besar terhadap pergerakan market dunia.

Hubungi kami di : +6281 380 725 502