Pemulihan Harga Emas Berlanjut

0
127

JAVAFX – Pemulihan harga emas berlanjut hingga perdagangan sepanjang hari ini dengan tetap waspada menantikan lebih lanjut kondisi tenaga kerja AS yang akan dirilis nanti malam.

Sejauh ini emas masih bergerak ringan sebagai bagian rebound sejenak pasca pelemahannya dalam perjalanan seminggu lalu sebagai bentuk konsekuensi kenaikan suku bunga the Fed kala itu.

Hal ini membuat harga emas kontrak Agustus di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara bergerak menguat $6,70 atau 0,54% di level $1252,50 per troy ounce. Untuk harga perak kontrak Juli di Comex untuk sementara bergerak menguat $0,18 atau 1,07% di level $16,61 per troy ounce.

Sepanjang perdagangan hari ini, kali ini emas berusaha mendekatkan diri kembali untuk menuju ke level tertinggi 7 bulannya di sekitaran $1290an per troy ounce, dimana konsentrasi pergerakan emas yang sulit untuk bangkit dikarenakan the Fed minggu lalu telah memutuskan untuk menaikkan suku bunganya yang kedua di tahun ini dan mungkin 3 kali lagi ditahun depan.

Suku bunga the Fed minggu lalu naik 25 basis poin atau dari 1% ke level 1,25%. Dan the Fed juga menyatakan masih dapat meningkatkan suku bunganya kembali di tahun ini setidaknya 1 kali dan 3 kali di 2018 nanti. The Fed juga menyatakan bahwa pihaknya melihat laju inflasi AS akan segera mendekati target the Fed di angka 2%. Sejauh ini the Fed juga tidak terlalu peduli dengan penurunan laju inflasi 3 bulan berturut-turut.

Sejauh ini pergerakan emas selalu berada di level rendahnya sebagai bagian verbal intervensi beberapa pejabat the Fed menggiring opini ke pasar bahwa ekonomi AS membutuhkan kondisi yang stabil dengan cara menaikkan suku bunganya, dan ini memang dimaklumi pasar ketika sektor tenaga kerja sebuah negara dalam kondisi ketat maka ekonomi akan memanas dan bank sentral tentu membutuhkan kenaikan suku bunga.

Namun lambat laun kondisi ini memudar karena beredar hembusan di pasar bahwa sebaiknya the Fed mulai memikirkan pengurangan defisit neracanya demi kesehatan keuangan negara. Cara ini tentu akan mengesampingkan sikap ekspansif kenaikan suku bunga, dan tentu defisit yang besar maka bank sentral harus mengoleksi emas lebih banyak untuk menyeimbangkan cadangan neracanya.

Namun investor harus tetap waspada karena pada malam ini klaim pengangguran AS akan rilis kembali. Memang klaim pengangguran ini tidak langsung berakibat kepada ketatnya sebuah tenaga kerja keseluruhan sebuah negara, namun dari sinilah awal isyarat ketat tidaknya pasar tenaga kerja.

Dalam beberapa minggu terakhir, angka klaim 250 ribu orang perminggu selalu disajikan oleh pemerintah AS, dan angka tersebut juga merupakan angka klaim pengangguran terendah sejak medio 70an, sehingga Janet Yellen minggu lalu sangat percaya bahwa sektor ini akan membawa inflasi AS makin melaju.

Bila nanti malam masih dibawah angka 250 ribu orang yang mengajukan klaim pengangguran, maka sebaiknya investor waspada akan koreksi harga emas kembali.

Sumber berita: Reuters, Investing, Kitco, Bloomberg
Sumber gambar: International Business Times