Perubahan Sentimen Pasar Memaksa GBPUSD Melepas Kenaikan Intraday

0
169

Pound sterling terpaksa melepas sebagian kenaikan yang diperoleh sejak sesi perdagangan Asia pada Selasa, seiring dengan membaiknya sentimen pasar secara keseluruhan. Data ISM Manufacturing PMI Amerika Serikat yang lemah sempat menekan dolar AS dan mendorong penguatan GBPUSD.

Pasangan cable ini mengalami penurunan cukup tajam meskipun sentimen pasar masih relatif positif. Sebelumnya, pound sterling sempat menguat signifikan terhadap dolar AS setelah meredanya ketegangan pasar menyusul kabar penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh militer Amerika Serikat atas tuduhan perdagangan narkoba.

Memasuki sesi perdagangan Eropa, pound sterling kembali melemah dan mendorong GBPUSD turun ke area 1,3520. Pelemahan ini dipicu oleh pemulihan dolar AS, di mana Indeks Dolar AS diperdagangkan di sekitar level 98,10, naik dibandingkan level pembukaan hari ini di 98,06.

Meski demikian, pelemahan GBPUSD diperkirakan bersifat koreksi . Prospek dolar AS masih dibayangi ketidakpastian, menyusul lemahnya data ISM Manufacturing PMI AS bulan Desember serta pernyataan Presiden Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari, yang mengindikasikan adanya perlambatan di pasar tenaga kerja.

Data yang dirilis pada Senin menunjukkan ISM Manufacturing PMI turun menjadi 47,9 pada Desember dari 48,2 pada bulan sebelumnya. Angka tersebut menandai kontraksi sektor manufaktur AS selama sepuluh bulan berturut-turut.

Selain itu, Kashkari menegaskan bahwa pasar tenaga kerja AS “jelas sedang melambat” dan memberi sinyal masih terbuka peluang bagi pemotongan suku bunga lanjutan. Menurutnya, kebijakan moneter The Fed saat ini sudah mendekati tingkat netral.

Namun, investor kini cenderung lebih berhati-hati menjelang rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang dinilai penting untuk menentukan arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) ke depan.