Javafx.co.id– GBP/USD berhasil mencatatkan kenaikan pada perdagangan hari Senin, didukung oleh pelemahan dolar AS setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang mencoba meredakan kekhawatiran pasar terkait potensi konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Pernyataan tersebut membantu menenangkan sentimen investor dan mengurangi permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven, sehingga memberi ruang bagi penguatan poundsterling terhadap dolar AS. Selain itu, sebagian pelaku pasar juga mulai melakukan aksi ambil untung pada posisi beli dolar setelah penguatan yang terjadi dalam beberapa sesi sebelumnya.
Dari sisi fundamental, perhatian investor juga tertuju pada ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve dan Bank of England. Pasar saat ini menunggu sejumlah data inflasi penting dari Amerika Serikat seperti Consumer Price Index (CPI) dan Personal Consumption Expenditures (PCE) yang akan dirilis dalam waktu dekat untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed. Jika data inflasi menunjukkan perlambatan, maka peluang pemangkasan suku bunga di AS dapat kembali meningkat, yang berpotensi menekan dolar dan memberikan dukungan tambahan bagi GBP/USD.
Sementara itu, dari sisi Inggris, pound juga mendapat sedikit dukungan dari harapan bahwa Bank of England akan tetap berhati-hati dalam menentukan kebijakan moneternya di tengah tekanan inflasi yang masih relatif tinggi. Investor juga memantau perkembangan data ekonomi Inggris, termasuk aktivitas sektor jasa dan pasar tenaga kerja, untuk menilai kekuatan pemulihan ekonomi negara tersebut. Kombinasi antara meredanya kekhawatiran geopolitik, pelemahan dolar AS, serta fokus pasar terhadap data ekonomi utama membuat pergerakan GBP/USD cenderung stabil dengan bias penguatan pada awal pekan ini.
Buka Akun Trading
diJAVAaja




