RBA Naikan Suku Bunga Lagi, Kedua di Tahun Ini

0
18

javafx.co.id – Bank Sentral Australia (RBA) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,1% pada pertemuan Maret 2026, setelah kenaikan pada bulan Februari, sesuai dengan ekspektasi pasar. Dalam keputusan yang terpecah, langkah ini didorong oleh serangkaian data yang menunjukkan tekanan inflasi yang kembali meningkat pada semester kedua tahun 2025. Meskipun beberapa peningkatan tersebut dianggap sementara, dewan mencatat pengetatan pasar tenaga kerja yang moderat dan kendala kapasitas yang lebih kuat daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Ketidakpastian yang meningkat seputar konflik Timur Tengah dapat menambah risiko inflasi global dan domestik. Dengan latar belakang ini, RBA memperkirakan inflasi akan tetap di atas target untuk beberapa waktu, dengan risiko yang condong ke atas, termasuk melalui ekspektasi, yang membenarkan kenaikan terbaru ini. Para pembuat kebijakan menekankan pendekatan yang bergantung pada data, memantau kondisi global dan keuangan, permintaan domestik, dan tren tenaga kerja. Mereka menekankan bahwa kebijakan tetap fleksibel dan siap untuk merespons sesuai kebutuhan, dengan fokus berkelanjutan pada stabilitas harga dan lapangan kerja penuh.

Pada awal Februari 2026, Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga menjadi sekitar 3,85% dalam rapat pertama tahun itu. Banyak laporan menyebut langkah ini sebagai kenaikan pertama di 2026 dan bahkan disebut sebagai salah satu yang paling awal di antara bank sentral besar

🌍 RBA Dibanding bank sentral lain:

Pada tahun 2026 ini, RBA sudah 2x menaikan suku bunganya, sementara itu, bank sentral besar lain seperti The Fed (AS), ECB (Eropa), BoE (Inggris), dan BoJ (Jepang) justru cenderung menahan suku bunga pada periode yang sama.
Minggu ini Fed, BoJ, BoE dan ECB akan mengadakan pertemuan yang salah satunya membahas tingkat suku bunga ditengah adanya konflik di Timur Tengah yang bisa menggerek harga minyak diatas $100 per barel dan dapat memicu naiknya inflasi.

baca juga :
https://www.javafx.news/harga-minyak-melonjak-pasar-saham-as-hadapi-volatilitas-baru/

tradingajadulu