Rebound Emas di Tengah Dominasi Sentimen Bearish

0
40

Javafx.co.id-Harga emas (XAU/USD) kembali menguat selama dua hari berturut-turut setelah sebelumnya sempat melemah hingga area $4.420 dalam perdagangan intraday. Pada paruh pertama sesi Eropa hari Senin, emas berhasil rebound dan mencetak level tertinggi harian baru di sekitar $4.550.

Penguatan ini didorong oleh pelemahan Indeks Dolar AS (DXY) yang terkoreksi tipis dari posisi tertinggi bulanannya, sehingga memberikan dukungan bagi harga emas. Meski demikian, potensi kenaikan lebih lanjut untuk logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini masih cenderung terbatas, seiring ekspektasi suku bunga global yang tetap tinggi.

Pelaku pasar kini semakin yakin bahwa bank-bank sentral utama dunia akan mempertahankan kebijakan yang lebih agresif (hawkish). Sentimen ini dipicu oleh lonjakan harga energi akibat konflik geopolitik yang terus memperkuat kekhawatiran terhadap inflasi global.

Ketegangan geopolitik juga semakin meningkat, menyusul laporan bahwa Amerika Serikat mempertimbangkan opsi invasi darat ke Iran, serta keterlibatan kelompok Houthi dari Yaman. Kelompok yang didukung Iran tersebut dilaporkan telah meluncurkan serangan rudal dan drone ke Israel dalam waktu kurang dari 24 jam, serta mengindikasikan potensi serangan lanjutan dalam beberapa hari ke depan.

Situasi ini membuka front baru dalam konflik yang kian meluas dan telah mengguncang perekonomian global. Risiko gangguan terhadap jalur perdagangan internasional, terutama di kawasan strategis seperti Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah, semakin meningkat. Selain itu, kondisi Selat Hormuz yang praktis tertutup turut menopang tingginya harga minyak dunia, yang pada akhirnya berpotensi kembali mendorong tekanan inflasi global.

Secara keseluruhan, kenaikan harga emas saat ini masih tertahan oleh beberapa faktor utama, yaitu tingginya suku bunga, penguatan dolar AS, kondisi likuiditas yang ketat, serta lonjakan harga minyak yang meningkatkan risiko inflasi. Kombinasi faktor tersebut memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan tetap mempertahankan sikap hawkish, sehingga membatasi ruang kenaikan emas dalam jangka pendek.

Buka Akun Trading
diJAVAaja