Roller Coaster Tertinggi Kedua di Dunia Ditutup

Sebuah taman hiburan di Ohio Selasa lalu (6/9) mengumumkan akan menutup secara permanen roller coaster tertinggi kedua di dunia.

Keputusan Cedar Point itu diambil setahun setelah sebuah benda logam kecil terbang dari roller coaster Top Thrill Dragster setinggi 128 meter dan mengenai kepala seorang perempuan di taman yang terletak di Sandusky itu.

Penyelidikan negara bagian tidak menemukan bukti bahwa taman itu melakukan tindakan secara ilegal atau memiliki alasan untuk percaya bahwa roller coaster itu tidak aman.

Sejak kecelakaan pada 15 Agustus 2021 lalu, roller coaster itu ditutup.

Pejabat taman itu tidak mengatakan apakah kecelakaan itu memengaruhi keputusan mereka kali ini untuk menutup secara permanen roller coaster yang telah beroperasi selama 19 tahun dan menarik perhatian 18 juta pengendara.

Dalam sebuah pernyataan untuk mengumumkan penutupan roller coaster itu, taman tersebut mengatakan “warisan inovasi perjalanan ini akan terus berlanjut.

Tim kami bekerja keras, menciptakan pengalaman berkendara yang baru dan dirancang ulang.” Rincian tentang rencana itu, tambahnya, akan diungkapkan dalam waktu dekat ini.

Roller Coaster Kingda Ka di Six Flags Great Adventure di Jackson Township, New Jersey, tetap menjadi yang tertinggi di dunia dengan 139 meter.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.