Emas melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya dan kini di level tertinggi satu minggu, ditopang oleh meningkatnya risiko geopolitik global yang mendorong permintaan aset aman (safe haven). Selain itu, spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan kebijakan moneter yang lebih longgar turut melemahkan dolar AS, sehingga mendukung penguatan harga emas.
Dibuka dari level 4.449, harga emas sempat turun dan sentuh level terendah Intraday di 4.427 sebelum kembali menguat di sepanjang sesi Asia pada Selasa. XAUUD saat ini diperdagangkan di sekitar level 4.472, terus menjaga momentum kenaikan.
Sejumlah faktor geopolitik turut menopang pergerakan emas, termasuk konflik Rusia–Ukraina yang masih berlangsung, ketidakstabilan di Timur Tengah, serta dinamika politik di beberapa kawasan lainnya. Kondisi tersebut memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Sementara itu, pasar masih memproyeksikan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga hingga dua kali tahun ini. Pandangan ini diperkuat oleh rilis data PMI Amerika Serikat bulan Desember yang menunjukkan hasil beragam, serta kekhawatiran terkait independensi bank sentral AS. Kombinasi faktor tersebut membuat dolar AS menjauh dari level tertinggi hampir empat pekan dan memberi ruang bagi XAUUSD untuk bergerak naik.
Menjelang akhir pekan, pelaku pasar cenderung bersikap lebih berhati-hati sambil menantikan rangkaian data tenaga kerja AS, termasuk laporan ADP sektor swasta dan data JOLTs Job Openings yang akan dirilis pada Rabu. Seluruh data tersebut, bersama laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat, diperkirakan akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya serta memengaruhi pergerakan dolar AS dan harga emas.




