USDCAD Terus Melemah di Tengah Berbagai Tekanan Negatif

0
38

Pasangan mata uang USDCAD kembali memperpanjang penurunannya, seiring penguatan dolar Kanada yang didorong oleh kenaikan harga minyak mentah serta pelemahan dolar AS akibat ekspektasi kebijakan The Fed menjelang rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS.

USDCAD tertekan untuk hari keempat berturut-turut dan turun ke level terendah dalam hampir dua minggu, meskipun masih bertahan di atas level psikologis 1.3500. Dibuka pada level 1.3549, pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar 1.3525 dan berkonsolidasi di atas level terendah intraday di 1.3516.

Data Nonfarm Payrolls (NFP) AS akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (Fed) selanjutnya. Hasil data ini diperkirakan menjadi faktor kunci yang memengaruhi pergerakan dolar AS dalam jangka pendek, khususnya terhadap pasangan USDCAD. Menjelang rilis data tersebut, ekspektasi sikap dovish dari Fed telah menekan dolar AS dalam lebih dari sepekan terakhir.

Rilis data Penjualan Ritel AS yang mengecewakan pada Selasa, ditambah dengan indikasi pelemahan di pasar tenaga kerja AS, mendorong pasar menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat. Kondisi ini memperkuat spekulasi bahwa bank sentral AS berpotensi melanjutkan pelonggaran kebijakan moneternya pada tahun 2026.

Selain itu, kekhawatiran terhadap independensi The Fed serta sentimen risiko global yang cenderung positif turut mengurangi daya tarik dolar AS sebagai aset safe-haven, sehingga memberikan tekanan tambahan pada USDCAD.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak mentah mendukung penguatan dolar Kanada (Loonie) yang sensitif terhadap komoditas. Dukungan ini diperkuat oleh sikap kebijakan Bank of Canada (BoC) yang cenderung netral, sehingga semakin membebani pergerakan pasangan mata uang tersebut.