USDJPY berjuang mempertahankan momentum kenaikan seiring BoJ menyatakan risiko tertinggal dari kurva suku bunga, belum meningkat secara signifikan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan lemahnya yen justru mendukung ekspor dan membantu melindungi sektor otomotif dari tarif AS.
Pasangan mata uang safe haven ini tampak harus berjuang mempertahankan momentum kenaikan dalam tiga hari berturut-turut, saat ini berada di sekitar level 154.80 turun dari level pembukaan hari ini di level 154.87. Kenaikan pasangan mata uang ini berpotensi terbatas atas stabniulnya Yen Jepang menyusul Ringkasan Pendapat Bank of Japan (BoJ) bulan Januari.
Ringkasan Pendapat BoJ menunjukkan bahwa risiko tertinggal dari kurva tidak meningkat secara signifikan, meskipun pelaksanaan kebijakan yang tepat waktu menjadi semakin penting. Dengan suku bunga riil yang masih sangat negatif, anggota BoJ sepakat bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut akan tepat jika prospek pertumbuhan dan inflasi tetap stabil, sembari mempertahankan jalur pengetatan yang bertahap.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan akhir pekan lalu bahwa Yen Jepang yang lemah dapat memberikan peluang signifikan bagi industri yang berorientasi ekspor dan membantu melindungi sektor otomotif dari dampak tarif AS.
Pasangan mata uang ini dapat terus menguat seiring penguatan dolar AS setelah pencalonan Kevin Warsh oleh Presiden Donald Trump sebagai Ketua Federal Reserve (Fed) berikutnya. Pasar menginterpretasikan penunjukan Warsh sebagai sinyal pendekatan yang lebih disiplin dan hati-hati terhadap pelonggaran moneter.
Dari data ekonomi, Inflasi produsen AS menguat melampaui target 2% Federal Reserve, memperkuat sikap kebijakan bank sentral. Inflasi Produsen Tahunan AS stabil di 3,0% pada Desember dan di atas perkiraan yang memperkirakan penurunan menjadi 2,7%. Inflasi PPI inti tahunan, tidak termasuk pangan dan energi, tumbuh menjadi 3,3% dari 3,0%, kontras dengan perkiraan penurunan menjadi 2,9%.
Presiden Federal Reserve St. Louis Alberto Musalem mengatakan pemotongan suku bunga tambahan tidak diperlukan pada tahap ini, menggambarkan kisaran suku bunga kebijakan saat ini sebesar 3,50%–3,75% sebagai netral secara umum. Demikian pula, Presiden Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic mendesak kesabaran, dengan argumen bahwa kebijakan moneter harus tetap sedikit restriktif.




