XAUUSD Terkoreksi, Penguatan Dolar AS Tekan Harga Emas

0
91

Harga emas (XAUUSD) mengalami koreksi setelah mencatat kenaikan signifikan pada sesi sebelumnya. Pelemahan ini dipicu oleh penguatan dolar AS, seiring sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis data inflasi konsumen AS (CPI) yang krusial. Meski demikian, kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve (The Fed), ekspektasi pemangkasan suku bunga, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor pendukung bagi harga emas.

Memasuki sesi perdagangan Eropa pada Selasa, XAUUSD bergerak terbatas di bawah level 4600 dan diperdagangkan di kisaran 4583. Secara fundamental, tekanan terhadap emas diperkirakan tetap terbatas. Di sisi lain, dolar AS kembali menarik minat investor setelah melemah pada sesi sebelumnya, sehingga menjadi faktor penghambat bagi kenaikan harga komoditas tersebut.

Namun, potensi penguatan dolar AS diperkirakan tidak akan terlalu agresif. Kekhawatiran pasar terkait independensi The Fed, ditambah ekspektasi pemangkasan suku bunga yang masih menguat di kalangan pelaku pasar, berpotensi membatasi reli dolar sekaligus memberikan dukungan bagi logam mulia. Selain itu, eskalasi ketegangan geopolitik global juga diperkirakan akan membantu menahan penurunan aset safe-haven seperti emas.

Harga emas diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas, mengingat pelaku pasar cenderung menahan diri sambil menunggu rilis data CPI AS terbaru hari ini. Data inflasi tersebut akan menjadi penentu penting dalam membentuk ekspektasi pasar terkait arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Apabila inflasi AS tercatat lebih tinggi dari ekspektasi, pasar kemungkinan akan menilai The Fed perlu mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau menunda pemangkasan suku bunga. Skenario ini berpotensi mendorong penguatan dolar AS seiring kenaikan imbal hasil obligasi, yang pada gilirannya menekan harga emas karena tidak menawarkan imbal hasil.

Sebaliknya, jika inflasi AS turun di bawah ekspektasi, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed akan semakin menguat. Kondisi tersebut berpotensi melemahkan dolar AS dan menurunkan yield obligasi, sehingga menjadi katalis positif bagi kenaikan harga emas. Dalam skenario ini, koreksi harga emas cenderung dipandang sebagai peluang beli selama arah kebijakan moneter The Fed tidak berubah secara signifikan.