Pergerakan pasangan mata uang GBP/JPY pada perdagangan Jumat ini dipengaruhi oleh sejumlah katalis fundamental yang datang dari sisi ekonomi Inggris, Jepang, serta dinamika pasar global mata uang.
Berikut rangkuman faktor-faktor utama yang menggerakkan harga GBP/JPY hari ini:
1. Poundsterling Terpengaruh Data Ekonomi Inggris
Data ekonomi Inggris terbaru menunjukkan bahwa perekonomian Inggris kembali mengalami pertumbuhan setelah sebelumnya stagnan.
Menurut rilis dari Kantor Statistik Nasional, PDB untuk November 2025 tumbuh 0,3%, melebihi ekspektasi pasar sebesar 0,1% dan jauh lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya yang terkontraksi. Selain itu, produksi manufaktur bulan tersebut tumbuh melampaui prakiraan pasar.
π Dampak: Data ini mendukung permintaan terhadap GBP di tengah pasar FX, terutama terhadap mata uang yang mengalami tekanan seperti JPY. Pound yang kuat cenderung mendorong kenaikan GBP/JPY selama sesi Eropa dan awal sesi AS.
2. Yen Jepang Terus Melemah
Yen (JPY) masih berada di bawah tekanan kuat terhadap mayoritas mata uang utama, termasuk GBP. Beberapa faktor yang menyebabkan pelemahan yen:
- Spekulasi tentang kemungkinan pemilihan umum di Jepang pada Februari 2026 yang bisa memicu kebijakan fiskal ekspansif, menekan permintaan terhadap mata uang safe-haven ini.
- Permintaan obligasi pemerintah Jepang yang rendah pada lelang terbaru mencerminkan investor yang enggan memegang aset berdenominasi yen, yang turut memperlemah JPY.
- Analis menilai bahwa ketidakpastian terhadap arah kebijakan bank sentral Jepang (BoJ) juga turut memicu jual yen di pasar FX.
π Dampak: Yen yang melemah relatif terhadap GBP atau mata uang lain membuat GBP/JPY menguat secara teknikal dan fundamental, karena nilai GBP relatif lebih stabil atau kuat dibanding Yen.
3. Selera Risiko Pasar & Ekspektasi Kebijakan Moneter
Pasar global tengah memproyeksikan risk appetite yang lebih tinggi karena berkurangnya ketegangan geopolitik dan dominasi data ekonomi yang kuat dari AS serta Eropa. Ini membuat investor cenderung mengalihkan modal dari aset safe-haven ke aset berisiko termasuk mata uang seperti GBP.
Selain itu, data AS yang relatif kuat mengakibatkan ekspektasi bahwa FED tidak akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Penguatan dolar AS seringkali menambah tekanan pada JPY dan memberikan ruang bagi GBP/JPY untuk bergerak lebih tinggi.
π Dampak: Sentimen pasar risiko positif memberi tekanan ke JPY (yang sering menguat di kondisi risk-off), sehingga membantu rebound atau penguatan GBP/JPY.
4. Neraca Perdagangan Inggris yang Buruk
Namun, ada sisi negatif yang menekan GBP dalam jangka pendek: neraca perdagangan Inggris yang mencatat defisit lebih besar dari perkiraan β meskipun tetap lebih baik dari periode sebelumnya. Defisit yang lebih besar ini menandakan bahwa permintaan impor Inggris lebih tinggi dibanding ekspor, yang cenderung menjadi faktor bearish untuk Sterling.
π Dampak: Tekanan pada GBP dari neraca perdagangan yang lemah bisa membatasi pergerakan naik GBP/JPY apabila faktor lain tidak cukup kuat.




