Javafx.co.id – Pasangan mata uang USDJPY kembali menguat untuk hari kedua di pekan ini dan sejakl awal sesi Asia pada Rabu. Ketidakpastian kebijakan Bank of Japan (BoJ) menghambat penguatan nilai tukar Yen Jepang terhadap Dolar AS. Para pelaku bersiap saat ini akan fokus data inflasi AS yang akan dirilis pada Rabu sore, yang kemungkinan akan menentukan pergerakan besar berikutnya.
Spekulasi bahwa Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi akan menekan BoJ untuk menunda kenaikan suku bunga terus encuat setelah laporan bahwa ia telah mengutarakan keraguan tentang pengetatan tambahan dalam pertemuan dengan Gubernur BoJ Kazuo Ueda bulan lalu. Kondisi yang membuat yen Jepang kemungkinan akan sulit untuk pulih lebih lanjut.
Sementara itu, Gubernur BoJ, Kazuo Ueda, pekan lalu memberi sinyal kemungkinan penundaan kenaikan suku bunga untuk waktu lama menyusul adanya potensial dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah. Bank Sentral Jepang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya dalam pertemuan kebijakan pekan depan. Ketidakpastian tentang kesediaan BoJ untuk menaikkan suku bunga secara agresif dapat menekan nilai tukar yen Jepang terhadap dolar AS.
Melengkapi ketidakpastian dalam negeri, rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk Februari akan menjadi sorotan utama pada hari ini. CPI utama tahunan AS diperkirakan menunjukkan kenaikan 2,4% diFebruari, sementara CPI inti diperkirakan naik 2,5% pada periode yang sama. Tanda-tanda inflasi yang melemah di AS dapat melemahkan USD dalam jangka pendek.
USDJPY saat ini diperdagangkan di sekitar level 158.25, menguat dari pembukaan hari ini di level 158.00. Pasangan mata uang safe haven ini tampak masih terus berjuang mempertahankan kenaikan untuk hari kedua berturut-turut, rebound dari penurunan signifikan di awal pekan ini dan menyentuh level bawah mingguan di level 157.26. (ahmddy)




