Yen Melemah Terhadap Greenbacak, Pasar Nantikan Divergensi BoJ-Fed

0
804

Yen Jepang kembali melemah seiring dengan sentimen pasar yang optimis sehingga mengurangi permintaan aset safe-haven. Kekhawatiran kondisi fiskal Jepang yang memburuk juga membuat pasar tetap berhati-hati. Ekspektasi saat ini ada pada divergensi kebijakan antara BoJ-Fed yang masih diperkirakan akan membatasi kenaikan USDJPY lebih lanjut.

Yen Jepang (JPY) memperpanjang koreksi kemarin di sesi perdagangan Amerika. Hal ini membuat pasangan USDJPY selama sesi Asia pada Jumat, melanjutkan kenaikan dari level terendah empat hari dan diperdagangkan dengan bias negatif ringan terhadap dolar AS dan diperdagangkan di sekitar level 155.70.

Investor masih mengkhawatirkan kondisi fiskal Jepang yang memburuk akibat rencana pengeluaran besar-besaran Perdana Menteri Sanae Takaichi dan pertumbuhan ekonomi yang lambat. Selain itu, sentimen positif terhadap aset berisiko diperkirakan akan melemahkan Yen. Namun, mata uang safe-haven masih didukung oleh meningkatnya spekulasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ) setidaknya minggu depan.

Sehingga, para investor mungkin akan menahan diri dari masuk ke pasar secara agresif dan lebih memilih untuk wait-and-see atas hasil pertemuan kebijakan BoJ pada 18-19 Desember, yang akan menjadi peran kunci dan memberikan dorongan baru bagi Yen Jepang. Di sisi lain, dolar AS sebenarnya masih terpuruk di dekat level terendah dua bulan yang sentuh pada Kamis, di tengah meningkatnya spekulasi tentang pemotongan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve (Fed).

Tak ayal, hal ini menandai perbedaan signifikan dibandingkan dengan ekspektasi hawkish BoJ, yang pada akhirnya akan menjadi sentimen positif bagi yen Jepang dan menahan pemulihan pasangan USDJPY dari level di bawah 155,00.