7 Hal Penting Hari Ini Sebelum Memulai Transaksi

JAVAFX – Berikut ini adalah 7 (tujuh) hal penting yang perlu diketahui sebelum melakukan transaksi hari Senin (30/09/2019) :

  1. Whistleblower menjadi pusat penyelidikan atas pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump. Kesaksian kepada Kongres akan dilakukan “segera”, meski demikian telah dilakukan sedemikian rupa untuk melindungi identitasnya. Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Komisi Intelijen House of Resentatives Adam Schiff mengatakan kepada ABC, Minggu (29/09/2019). Selama akhir pekan, Trump kembali mengulangi tuduhannya bahwa ia telah “dimata-matai” dan mengatakan ia ingin bertemu dengan penuduhnya serta “orang yang secara ilegal memberikan informasi ini”. Laporan whistleblower pekan lalu mengutip berbagai sumber, sementara menjelaskan bahwa penulisnya bukan salah satu pejabat Gedung Putih yang mendengarkan panggilan itu.
  2. China sedang bersiap-siap untuk liburan selama sepekan untuk merayakan peringatan ke-70 Republik Rakyat China. Perayaan formal akan dimulai pada hari Selasa. Disisi lain, para pengunjuk rasa di Hong Kong meningkatkan kegiatan mereka pada akhir pekan, dengan pawai yang ditandai oleh bentrokan keras dan bom molotov di satu sisi dan gas air mata, peluru karet dan meriam air di sisi lain.
  3. Bursa Saham AS diperkirakan akan dibuka menguat. Langkah mundur dari kisah pelarangan investasi China membantu Wall Street membuka lebih tinggi, meskipun pasar mungkin rentan terhadap sedikit “window-dressing” menjelang akhir kuartal. Sementara imbal hasil obligasi, juga, telah menyentuh lebih tinggi. Imbal hasil Treasury AS selama 30 tahun naik dua basis poin dari Jumat malam di 2,15%.
  4. Mata uang Greenback stabil terhadap sebagian besar mata uang utama, dengan bergerak naik terhadap yen Jepang dalam perdagangan USDJPY untuk membeli 107,94 yen, bergerak datar terhadap Euro dan sedikit lebih lemah pada Poundsterling  Inggris, dengan diperdagangkan pada $ 1,0936 per euro EURUSD dan $ 1,2292 per pon dalam perdagangan GBPUSD. Poundsterling sendiri masih di bawah tekanan ketika Partai Konservatif memulai konferensi tahunannya dengan latar belakang meningkatnya tuduhan ketidakwajaran terhadap Perdana Menteri Boris Johnson. Laporan akhir pekan menyuarakan sindiran bahwa Johnson berselingkuh dengan seorang pengusaha A.S. yang perusahaannya menerima lebih dari 110.000 Pound dalam hibah pemerintah, sementara laporan terpisah menuduhnya melakukan pelecehan seksual pada dua jurnalis wanita pada 20 tahun lalu. Johnson membantah semua tuduhan itu.
  5. Harga emas turun 0,55% menjadi $ 1496,50 per troy ons dalam perdagangan di hari Jumat dimana emas sebagai aset lindung nilai harus menepi dengan kenaikan sentimen risiko di akhir pekan . Data ekonomi masih positif dari China meski mengalami beberapa penjualan yang melembut di pasar saham Asia. Emas turun 0,25% menjadi $ 1493,00 per ounce. Secara keseluruhan, harga emas masih terjebak dalam kisaran perdagangan jangka panjang yang lebih luas yaitu $ 1480,00 – $ 1530.00. Pasar butuh katalis seperti masalah geopolitik untuk menjadi sentimen penggerak utama.
  6. Harga minyak naik tipis pada awal perdagangan hari Senin setelah pabrik-pabrik China secara tak terduga meningkatkan produksinya pada bulan September. Hal ini meredakan kekhawatiran pasar tentang permintaan pada importir minyak mentah terbesar di dunia tersebut di tengah perang dagang yang sedang berlangsung antara China dengan Amerika Serikat (AS). Minyak mentah berjangka Brent naik 9 sen menjadi $ 62 per barel sedangkan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 13 sen menjadi $ 56,04 per barel.
  7. Data ekonomi Eropa menimbulkan kejutan. Tingkat pengangguran yang disesuaikan secara musiman di zona euro turun ke level terendah 11-tahun di 7,4% pada bulan September, berkat penurunan besar di Italia dan penurunan 10.000 yang lebih penting di Jerman. Data ini menghilangkan kekhawatiran bahwa pelambatan yang semakin dalam di bidang manufaktur di ekonomi terbesar Eropa akan menyebar ke pasar tenaga kerja yang lebih luas. Namun demikian, data inflasi nasional dari seluruh Eropa masih lebih lemah dari yang diperkirakan.(WK)