7 Hal Penting Sebelum Melakukan Transaksi Hari Ini

JAVAFX – Isu pembukaan penutupan layanan pemerintah menjadi berita utama perdagangan awal pekan ini. Penutupan sebagian layanan pemerintah AS, Shutdown akhirnya diakhiri setelah Pemerintahan Presiden Donald Trump mencapai kesepakatan dengan Konggres. Shutdown pemerintah AS terpanjang dalam sejarah ini telah berakhir, tetapi tetap saja menimbulkan sejumlah kerusakan.

Gold Trading

Konsekuensi dari shutdown seperti sejumlah pendanaan dalam lima minggu minggu. Dalam masa seperti itu, bisa jadi sejumlah layanan federal telah mengalami kerusakan yang tak terkira. Operasional taman nasional, hutan lindung, tenaga kerja federal dan penelitian ilmiah mutakhir. Beberapa kerusakan bahkan mungkin permanen, seperti upaya pemadaman kebakaran yang terganggu dengan minimnya atau tiadanya petugas. Peninggalan bersejarah yang tak tergantikan mungkin telah rusak di taman nasional yang tidak dijaga. Eksperimen ilmiah akan ditinggalkan dan harus mengulang lagi apabila dilanjutkan. Bagi generasi berbakat sekarang mungkin akan berpikir dua kali untuk mengambil pekerjaan sebagai pegawai pemerintah dimasa depan. Bagaimanapun juga ancaman seperti itu bisa terjadi lagi.

Perundiangan antara Kongres dan Gedung Putih kembali menghadapi tenggat waktu 15 Februari untuk menjembatani kebuntuan atas pendanaan keamanan perbatasan dimana Presiden Donald Trump menjelaskan kemarin bahwa dia tidak akan menerima jawaban atas permintaan yang memicu kebuntuan 35 hari: tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko. “Apakah ada yang benar-benar berpikir saya tidak akan membangun tembok ?” cuit Trump, setelah penjabat kepala stafnya mengatakan presiden siap untuk menutup kembali pemerintah atau menyatakan keadaan darurat jika diperlukan.

Sikap Partai Demokrat cukup berani dan jajak pendapat terkini mengindikasikan masyarakat AS sebagian besar menyalahkan Trump dan rekan-rekannya dari Partai Republik atas kebuntuan itu. Tidak memang jelas mengapa dia masih berpikir akan tetap mendapatkan apa yang diinginkannya.

Selain itu tersebut, masih ada enam hal lain yang perlu menjadi perhatian pelaku pasar sebelum melakukan transaksi hari ini.

  1. Presiden Donald Trump merasa skeptis kesepakatan soal tembok batas akan tercapai. Trump mengatakan kemungkinan melakukan Shutdown lain “tentu saja merupakan opsi” ungkapnya ketika ia menyatakan skeptis bahwa Kongres akan mencapai kesepakatan untuk mendanai tembok di perbatasan selatan dengan Meksiko sebagaimana yang ia minta. Dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal pada hari Minggu, Trump mengatakan ada kemungkinan kurang dari 50% kesepakatan seperti itu dapat dicapai sebelum selang pendanaan pemerintah berikutnya pada 15 Februari, yang kurang dari tiga minggu lagi. Komentarnya dilontarkan setelah pada hari Jumat dicapai kesepakatan untuk menjalankan layanan pemerintah federal kembali setelah penutupan selama 35 hari. Ini merupakan rekor penutupan terpanjang dalam sejarah AS. Trump berencana membangun tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko untuk mencegah migran memasuki negara secara illegal. Rencana ini merupakan isu kampanye utama presiden Trump, tetapi Demokrat sangat menentang dan telah menolak permintaan pendanaannya sebesar $ 5,7 miliar.
  2. Bursa saham AS akan dibuka dengan kejutan-kejutan baru. Setelah ditutup akhir pekan lalu dalam kondisi naik, mengawali perdagangan minggu ini diperkirakan akan turun sejenak. Investor mempertimbangkan kembali prospek penutupan pemerintah selanjutnya, sambil menunggu keputusan kebijakan terbaru Federal Reserve serta putaran baru perundingan AS – China. Investor juga memusatkan perhatian pada sejumlah laporan pendapatan emiten yang cukup solid. Keyakinan pelaku pasar akan kondisi ekonomi AS yang lebih baik mendorong kenaikan bursa sejauh ini.
  3. Harga emas berhasil menembus harga psikologisnya pada perdagangan hari Jumat (25/01). Kekhawatiran investor akan mesalah geopolitik dan pertumbuhan ekonomi global menjadi sentiment kuat pendorong kenaikan harga logam mulia ini. Melemahnya Dolar AS memperkuat kenaikan harga hingga mencatat rekor tertinggi sejak Juni 2018. Indek Dolar AS turun 0,8%, dan diperdagangkan 0,5% lebih rendah untuk minggu ini. Dolar AS melemah jelang pertemuan FOMC minggu depan. Ada harapan tinggi bahwa The Federal Reserve akan kembali memberikan hasil yang bersifat lebih kalem atau dovish dalam siklus kenaikan suku bunganya.
  4. Harga minyak mentah AS naik dalam perdagangan di hari Jumat (25/01). Tercatat sebagai kenaikan kedua berturut-turut. Kenaikan didukung oleh kekhawatiran investor terkait krisis di Venezuela. Meski demikian, kenaikan pasokan minyak mentah AS dalam sepekan terakhir ini mampu menjaga harga minyak mentah AS masih berada dalam kisaran rendah.
  5. Pendapatan industri China juga turun untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Desember. Kondisi ini memperkuat sinyal pelemahan dari negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia. Sebagaimana dilaporkan bahwa laba perusahaan industri besar turun 1,9% YoY menjadi 680,83 miliar yuan ($ 100,94 miliar) pada Desember, kata Biro Statistik Nasional, Senin. Pada bulan November, untung industri turun 1,8% dari tahun sebelumnya. Penurunan sedikit lebih besar terjadi karena permintaan menurun dan harga di pabrik menurun. Untuk tahun 2018, laba industri Cina naik 10,3% dari 2017. Pada akhir Desember, rasio utang terhadap aset perusahaan Cina naik 56,5%, turun 0,5 poin persentase dari tahun lalu.
  6. Pasar menantikan perkembangan duel antara Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan ketua Majelis Nasional Juan Guaido, yang mengatakan dia satu-satunya otoritas yang sah di negara itu, dimana tengah berjuang mendapatkan dukungan dari berbagai pihak dan pemerintahan di seluruh dunia. Sementara Maduro berpartisipasi dalam latihan militer selama akhir pekan untuk menunjukkan bahwa ia masih memiliki dukungan dari Angkatan Bersenjata, para pendukung Guaido membagikan salinan amnesti kepada tentara dan menyerukan lebih banyak protes.
  7. Ketegangan baru antara Prancis dan Jepang mengemuka setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengkritik penanganan Jepang atas kasus terhadap Carlos Ghosn, mantan kepala Renault dan Nissan yang telah dipenjara sejak penangkapannya pada 19 November di Tokyo. Macron memberikan komentar kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bahwa penahanan mantan kepala eksekutif pembuat mobil terbesar Prancis itu “terlalu lama dan terlalu keras.” Jepang membalas, dengan mengatakan bahwa proses tersebut memang yang harus diikuti. Meningkatnya ketegangan ini dapat memengaruhi masa depan aliansi mereka. (WK)