7 Hal Penting Sebelum Melakukan Transaksi Hari Ini

JAVAFX – Berikut adalah tujuh hal penting yang harus diketahui sebelum melakukan transaksi hari ini, Selasa, 22 Januari :

  1. Bursa Saham AS terindikasi turun setelah libur diawal pekan ini. Sentimen perlambatan ekonomi China akan mengganggu perdagangan bursa saham global. Bursa Asia dam Eropa yang mengawali perdagangan akan menjadi indikasi tepat dalam melihat gelagat awal bursa saham AS.
  2. Musim laporan pendapatan emiten di kwartal Q4 dimulai. Setidaknya terdapat sekitar 60 emiten dari bursa S&P 500 yang akan melaporkan laba mereka dalam minggu ini. Termasuk didalamnya tujuh saham Dow Jones. Seperti IBM, AMD, dan Johson & Johnson. Laporan keuangan mereka akan menjadi minggu besar kedua dari musim pendapatan kuartal keempat.
  3. Indeks dolar AS berubah mendekati level tertinggi dalam tiga minggu di 96,00. Kenaikan juga didorong melemahnya imbal hasil Obligasi AS yang beringsut lebih rendah, dimana untuk imbal tenor 10-tahun berdiri di 2,75%. Euro dan Poundsterling berpotensi melanjutkan pelemahannya.
  4. Harga Minyak mentah merosot seiring dengan kekhawatiran lesunya ekonomi global, dampak pernyataan China. Harga merosot lebih dari 1% sekitar 70 sen, pada kisaran $53,34 per barel. Minyak Brent di kisaran $61,87 per barel, turun 87 sen, atau sekitar 1,4%. Antisipasi pengumuman pasokan miyak oleh API pada Rabu besok.
  5. Harga Emas berakhir turun 0,2% ke $ 1,278.75 per troy ons. Sentimen turun adalah naiknya dolar AS sebesar 0,1%, setelah sebelumnya naik 0,8% dalam lima hari terakhir. Kekhawatiran pasar bersumber dari data ekonomi terkini, ketika China dikabarkan mengalami perlambatan. Tidak tanggung-tanggung, melaju paling lambat dalam 28 tahun terakhir ditahun 2018
  6. Data penjualan rumah lama akan menjadi laporan yang dinanti pasar ditengah sepinya pengumuman indikator ekonomi AS, sebagai konsekuensi Shutdown. Data permintaan barang tahan lama ditunda. Untuk penjualan rumah lama diperkirakan turun 1,2% bulan lalu menjadi 5,25 juta unit. Data terbaru telah melukiskan gambaran yang mengkhawatirkan dari pasar perumahan AS, yang sedang berjuang dengan kenaikan suku bunga hipotek dan inventaris yang ketat.
  7. Forum Ekonomi Dunia di Davos, dimana kemungkinan banyak komentar dari para pemimpin politik dan bisnis. Seperti Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte dan Presiden Brasil Jair Bolsanero. Ketua Dana Moneter Internasional Christine Lagarde dan Pangeran William Inggris juga akan hadir. Sayangnya Presiden AS Donald Trump tidak akan hadir, akibat Shutdown. Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Presiden Prancis Emmanuel Macron juga tidak akan hadir.