Sterling Melemah di Tengah Tekanan Politik Inggris dan Sentimen Global

0
35

Poundsterling kembali tertekan, dengan pasangan GBP/USD turun menuju level 1,3500 pada sesi Eropa hari Kamis, menghentikan momentum pemulihan sebelumnya. Mata uang Inggris kehilangan daya tarik setelah Dolar AS kembali diminati, seiring meningkatnya sikap hati-hati pasar menjelang pembicaraan nuklir antara AS dan Iran.

Sebelumnya, Sterling sempat melemah ke sekitar $1,35 ketika para pemilih menuju tempat pemungutan suara dalam pemilihan sela (by-election) penting di daerah pemilihan Gorton dan Denton. Pemungutan suara ini dipicu oleh pengunduran diri mantan menteri Partai Buruh, Andrew Gwynne.

Kekalahan bagi Partai Buruh yang berkuasa berpotensi memicu kembali spekulasi terhadap kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer, terutama setelah tekanan politik yang muncul terkait skandal Peter Mandelson. Investor juga mencermati kemungkinan dampak terhadap Menteri Keuangan Rachel Reeves, karena ketidakstabilan politik dapat membuka ruang bagi kebijakan fiskal yang lebih longgar dan meningkatkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan utang pemerintah Inggris.

Dari sisi eksternal, sentimen pasar turut dibayangi kebijakan perdagangan Amerika Serikat, termasuk tarif global 10% yang diumumkan Presiden Donald Trump. Selain itu, pasar menantikan putaran ketiga pembicaraan nuklir AS-Iran di Jenewa, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kombinasi faktor ini membuat investor cenderung menghindari aset berisiko.

Sementara itu, dari sisi kebijakan moneter, pelaku pasar semakin memperkirakan kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Bank of England. Ekspektasi ini didorong oleh data ketenagakerjaan yang lebih lemah serta tekanan inflasi yang mulai mereda.