Dolar AS melanjutkan penguatannya pada sesi New York hari Selasa, membuat mata uang utama dan harga emas semakin tertekan.
Indeks dolar menguat hampir 1% hingga melampaui 99 pada hari Selasa, memperpanjang kenaikan 0,8% pada hari Senin dan mencapai level tertinggi sejak pertengahan Januari.
Penguatan ini terjadi karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan konflik yang sedang berlangsung dengan Iran meningkatkan permintaan aset aman (safe-haven) untuk dolar AS. Investor juga memandang AS sebagai aset aman relatif mengingat kemandirian energinya yang lebih besar, yang semakin mendukung mata uang tersebut.
Sementara itu, lonjakan harga energi telah memicu kembali kekhawatiran inflasi, mendorong para pedagang untuk mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve. Pasar sekarang mengantisipasi penurunan suku bunga Fed berikutnya pada bulan September, dari proyeksi sebelumnya pada bulan Juli, meskipun dua penurunan 25 basis poin tetap diperhitungkan untuk tahun 2026. Dolar naik 1,3% terhadap dolar Australia, naik hampir 1% terhadap euro, naik 0,8% terhadap pound, dan naik tipis 0,3% terhadap yen.
harga emas anjlok tertekan dibawah $5100 sejak perdagangan Eropa yang masih berlanjut diawal sesi New York. Harga emas saat ini ada dilevel $5050 dan sempat tertekan kelevl $5016.55. Sementara level $5000 menjadi support yang menjaga harga tidak tertekan lebih lanjut.




