Selat Hormuz memanas , Pound tertahan

0
29

Javafx.co.id-Pergerakan GBP/USD hari ini didominasi oleh kombinasi faktor geopolitik, kekuatan dolar AS sebagai safe haven, serta ketidakpastian ekonomi dan politik di Inggris. Pada perdagangan terbaru, GBP/USD cenderung melemah ke area sekitar 1.35 karena meningkatnya permintaan terhadap dolar AS setelah eskalasi konflik di Selat Hormuz. Ketegangan antara AS dan Iran kembali memicu risk-off sentiment global, mendorong investor masuk ke dolar sehingga menekan pound sterling . Lonjakan harga minyak akibat konflik ini juga memperkuat kekhawatiran inflasi global, yang pada akhirnya mendukung prospek suku bunga tinggi lebih lama di AS faktor tambahan yang menguatkan USD.

Dari sisi Inggris, tekanan terhadap GBP juga datang dari faktor domestik. Ketidakstabilan politik meningkat setelah munculnya skandal yang melibatkan pemerintahan Keir Starmer, yang berpotensi mengganggu arah kebijakan dan kepercayaan investor . Selain itu, prospek ekonomi Inggris juga memburuk akibat dampak kenaikan harga energi, bahkan IMF telah menurunkan proyeksi pertumbuhan Inggris secara signifikan, mencerminkan risiko perlambatan ekonomi dan inflasi yang tetap tinggi . Kombinasi ini membuat ruang penguatan GBP menjadi terbatas meskipun sebelumnya sempat didukung oleh data GDP yang kuat.

Secara keseluruhan, pergerakan GBP/USD saat ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik di Timur Tengah. Jika eskalasi berlanjut, maka dolar berpotensi tetap kuat dan menekan GBP/USD lebih lanjut. Sebaliknya, jika ada tanda de-eskalasi atau kesepakatan damai, pasangan ini bisa kembali naik karena berkurangnya permintaan safe haven terhadap USD. Dalam jangka pendek, pasar juga akan memperhatikan ekspektasi kebijakan Bank of England, di mana sikap yang lebih dovish atau penundaan kenaikan suku bunga dapat menjadi faktor tambahan yang menahan penguatan pound.

Trading aja dulu
diJAVAaja