GBPJPY SIAP-SIAP ANJLOK? BoE Melemah, BoJ Menguat!

0
255

“Kalau lo masih pegang BUY di GBPJPY… hati-hati. Karena sekarang bukan cuma soal teknikal. BoE mulai melemah. BoJ justru menguat.


Dan kalau dua kekuatan ini bentrok…pertanyaannya cuma satu:

GBPJPY siap-siap anjlok… atau ini cuma jebakan sebelum terbang lagi?”

Javafx.co.idBerikut artikel berita ekonomi terupdate (4 Maret 2026) yang menjelaskan faktor-faktor fundamental utama yang sedang mempengaruhi pergerakan harga GBP/JPY (British Pound vs Japanese Yen) di pasar Forex hari ini.


GBP/JPY Masih Terkoreksi di Bawah Level 211.00

Pergerakan GBP/JPY intraday pada Rabu, 4 Maret 2026 masih menunjukkan tekanan jual, dengan kurs turun di bawah level psikologis 211 yen per 1 GBP. Penurunan ini dipicu oleh beberapa faktor fundamental eksternal yang sekarang menjadi katalis utama di pasar global.


Pasangan ini sempat berusaha rebound dari level 209, tetapi kenaikan yen sebagai mata uang safe-haven membatasi laju kenaikan.



Pound Inggris Melemah Karena Geopolitik & Tekanan Ekonomi Domestik

Berita ekonomi terbaru menunjukkan sterling (GBP) berada di teritori lemah terhadap mata uang mayor, termasuk yen dan dolar AS:

  • Rachel Reeves Office for Budget Responsibility (OBR) memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah dapat berdampak sangat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Inggris, yang mendorong revisi turun proyeksi GDP dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap outlook sterling.
  • Pound Inggris baru-baru ini mencapai level terlemah 2,5 bulan terhadap dolar AS, juga terdorong oleh konflik geopolitik dan sentimen risiko global.

Implikasi ke GBP/JPY : Kelemahan GBP membuat pasangan ini rentan jatuh terhadap yen, terutama jika investor global memilih aset yang dianggap lebih aman.

Divergensi Kebijakan Bank Sentral: BoE vs BoJ


Salah satu faktor paling signifikan adalah perbedaan ekspektasi kebijakan moneter antara dua bank sentral besar:

  • Bank of England (BoE) dipandang mengambil sikap lebih dovish karena pertumbuhan ekonomi Inggris yang melambat dan tekanan geopolitik, sehingga pasar melihat kemungkinan pemangkasan suku bunga.
  • Bank of Japan (BoJ) mendapatkan sorotan karena kemungkinan pengetatan kebijakan moneter jika data inflasi dan pertumbuhan Jepang mendukung. Ekspektasi kenaikan suku bunga Jepang akan menguatkan yen.

📌 Implikasi ke GBP/JPY → Jika BoJ lebih hawkish sementara BoE lebih dovish, yen menguat relatif terhadap pound — menekan GBP/JPY ke bawah dalam jangka menengah.

Sentimen Safe-Haven & Geopolitik Global


Konflik di Timur Tengah (termasuk eskalasi antara AS, Israel, dan Iran) telah memperkuat permintaan terhadap mata uang safe-haven seperti yen Jepang dan dolar AS.


Ketidakpastian geopolitik membuat investor global mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti saham dan pound, serta beralih ke alokasi aset yang lebih aman.

Implikasi ke GBP/JPY → Yen yang diperkuat oleh safe-haven flows akan menekan GBP/JPY, khususnya ketika risk appetite global turun.

Tekanan Pasar Global & Risiko Energi

Data pasar global lain juga mencerminkan sentimen negatif yang sama:

  • Harga energi seperti minyak mentah menguat karena gangguan pasokan di Selat Hormuz, yang pada gilirannya mendorong inflasi energi dan mengikis risiko pasar.
  • Pasar saham di banyak negara bergerak melemah drastis pada 4 Maret 2026, yang mencerminkan risk-off environment yang semakin mendukung yen dan menekan aset berisiko termasuk pound.

Implikasi ke GBP/JPY → Risiko global tambahan memperkuat tren korektif di GBP/JPY, terutama bila safe-haven flows berlanjut.

Kesimpulan

Pergerakan GBP/JPY pada 4 Maret 2026 dipengaruhi oleh kombinasi faktor fundamental berikut:

  1. Pound Inggris melemah karena tekanan geopolitik global dan data ekonomi domestik yang kurang kuat.
  2. Divergensi kebijakan bank sentral (BoE dovish vs BoJ hawkish‌) membuat yen relatif lebih menarik.
  3. Sentimen safe-haven meningkat di tengah eskalasi konflik global, yang memperkuat yen.
  4. Risk-off environment di pasar global mendukung arah korektif GBP/JPY.

Secara keseluruhan, kombinasi tekanan pada GBP dan permintaan terhadap JPY sedang memainkan peran dominan dalam menekan pasangan GBP/JPY di sesi hari ini.