Konflik Timur Tengah makin panas, harga energi melonjak,
Pound tertekan… sementara Yen diburu sebagai safe haven!
Kalau situasi global makin risk-off, siap-siap GBPJPY bukan cuma koreksi,
tapi bisa lanjut tertekan lebih dalam.
Pertanyaannya sekarang…
Ini cuma pullback biasa, atau awal penurunan yang lebih besar?
Javafx.co.id – Berikut artikel berita ekonomi terupdate yang menjelaskan secara fundamental faktor-faktor makro yang memengaruhi pergerakan harga GBP/JPY pada 5 Maret 2026
Faktor Fundamental yang Mempengaruhi GBP/JPY – 5 Maret 2026 ;
Konflik Geopolitik Timteng Dorong Ketidakpastian Pasar
Konflik yang semakin memanas di Timur Tengah akibat eskalasi antara AS-Israel dan Iran terus menjadi faktor sentimen utama di pasar FX. Ketegangan ini meningkatkan permintaan terhadap aset safe-haven, termasuk yen Jepang (JPY) dan dolar AS, sementara mata uang yang lebih rentan terhadap risiko seperti pound sterling (GBP) tertekan.
- Brent crude naik tajam akibat kekhawatiran pasokan energi global yang terganggu.
- Investor mengurangi eksposur pada aset berisiko, sehingga GBP melemah terhadap JPY dan mata uang safe-haven lainnya.
Implikasi bagi GBP/JPY:
Sentimen “risk-off” membuat JPY menguat relatif terhadap GBP, mendorong pair ini ke arah turun/penurunan.
Pound Sterling (GBP) Di Bawah Tekanan Ekonomi Domestik
Prospek ekonomi Inggris makin memburuk di tengah geopolitik yang tegang dan harga energi yang tinggi:
- Pertumbuhan ekonomi 2026 dipangkas dari 1.4% ke 1.1% karena dampak energi dan risiko global.
- Inflasi Inggris tetap tinggi (sekitar 3%), menurunkan keyakinan pasar terkait pemangkasan suku bunga oleh Bank of England (BoE).
- Probabilitas BoE memotong suku bunga pada bulan Maret turun drastis oleh pasar.
Implikasi bagi GBP/JPY:
GBP yang relatif lemah secara fundamental menekan kekuatan pasangan ini.
Kebijakan Moneter Bank of Japan (BoJ) & Sentimen Yen
Yen Jepang juga dipengaruhi oleh kondisi fundamental dan risiko global:
- Meningkatnya kebutuhan akan aset safe haven mengangkat permintaan yen.
- Meski ada ekspektasi pasar bahwa BoJ mungkin menunda kenaikan suku bunga akhir Maret, potensi langkah di bulan April masih ada tergantung arah sentimen risiko global.
- Data pasar keuangan Jepang (obligasi asing, investasi asing di ekuitas) menunjukkan dinamika modal yang memengaruhi nilai tukar JPY hari ini.
Implikasi bagi GBP/JPY:
Yen tetap kuat terhadap mata uang berisiko, memberi tekanan lanjutan pada GBP/JPY.
Aliran Safe-Haven di Mata Uang Lainnya
Berita pasar FX juga menunjukkan bahwa yen mendapatkan dukungan dari aliran safe-haven yang sama di pasangan lain seperti USD/JPY dan EUR/JPY:
- Yen menguat lebih dari 0.08% terhadap USD dalam sesi Asia hari ini, dan konflik Timteng dianggap sebagai pendorong utama.
- EUR/JPY pun tertahan karena permintaan untuk yen naik di tengah ketidakpastian global.
Implikasi bagi GBP/JPY:
Penguatan yen bukan hanya terhadap GBP, tetapi juga relatif terhadap mata uang lain, menunjukkan trend yang konsisten bagi JPY sebagai safe-haven.
Dampak Risiko Energi Terhadap Sentimen Global
Harga minyak dan gas yang melonjak karena gangguan pasokan berimbas luas:
- Kenaikan biaya energi berpotensi memperpanjang tekanan inflasi di negara yang mengimpor energi (termasuk Inggris).
- Ini menekan ekspektasi pasar terhadap laju pemulihan ekonomi global, memperkuat aliran modal ke aset aman
Implikasi bagi GBP/JPY:
Pound terimbas lebih dari yen karena ketergantungan energi Inggris lebih tinggi, ini mendukung bias pelemahan GBP/JPY.
Kesimpulan:
Fundamental GBP/JPY – 5 Maret 2026
– Konflik Geopolitik & Sentimen Risiko, dampaknya : JPY menguat → GBP/JPY turun
– Tekanan Ekonomi Inggris : GBP lemah → GBP/JPY turun
– Kebijakan BoJ & Safe-Haven Yen : JPY tetap kuat → GBP/JPY turun
– Aliran Safe-Haven di Pasar FX : Yen mendapat permintaan → GBP/JPY turun
– Kenaikan Harga Energi : Menekan GBP → GBP/JPY turun
Secara garis besar, sentimen fundamental pada hari ini mendukung bias bearish (penurunan) pada GBP/JPY, karena kombinasi geopolitik, tekanan GBP domestik, dan penguatan yen sebagai aset safe haven.
Buka Akun Trading:
diJAVAaja




