Gold Melonjak ke $4.600 di Tengah Harapan Damai AS–Iran, Namun Tekanan Suku Bunga Masih Mengintai

0
51

Javafx.co.id-Emas memangkas penurunan dalam dua pekan terakhir setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan pada Selasa (24/3/2026) bahwa pihaknya mulai menunjukkan kemajuan dalam upaya mengakhiri konflik dengan Iran. Ia mengungkapkan bahwa komunikasi telah dilakukan dengan pihak-pihak yang tepat di Teheran, bahkan menyebut bahwa Iran memiliki keinginan untuk mencapai kesepakatan. Seorang sumber juga mengonfirmasi bahwa Washington telah mengirimkan proposal penyelesaian yang terdiri dari 15 poin sebagai langkah konkret menuju perdamaian, meskipun hingga saat ini Iran masih membantah adanya proses negosiasi tersebut.

Harapan terhadap meredanya konflik ini turut mendorong pergerakan harga emas yang naik lebih dari 2% hingga mendekati level $4.600 pada hari Rabu, melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya. Sentimen positif ini dipicu oleh laporan bahwa Amerika Serikat tengah mengupayakan jalur diplomasi dengan Iran. Media Israel bahkan menyebutkan adanya rencana gencatan senjata selama satu bulan guna membuka ruang negosiasi lebih lanjut, sementara laporan dari The New York Times mengungkap detail proposal perdamaian yang telah diajukan.

Meski demikian, situasi di lapangan masih belum sepenuhnya stabil. Pemerintah AS tetap mengambil langkah antisipatif dengan mengirim sekitar 2.000 pasukan ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini dilakukan di tengah pertimbangan strategis untuk mengurangi pengaruh Iran terhadap jalur penting perdagangan global, yakni Selat Hormuz. Kombinasi antara upaya diplomasi dan kesiapan militer ini mencerminkan bahwa ketegangan geopolitik masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar, khususnya emas.

Baca juga : Harga Emas Melemah di Tengah Ketegangan Global, USD Jadi Raja Safe Haven

Sebelumnya, harga emas sempat mengalami tekanan signifikan dengan penurunan hingga sekitar 25% dari puncaknya pada bulan Maret. Penurunan ini dipicu oleh lonjakan harga energi akibat konflik Iran yang meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral utama akan mempertahankan bahkan menaikkan suku bunga. Gubernur Federal Reserve, Michael Barr, juga menegaskan bahwa suku bunga kemungkinan akan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan guna mengendalikan inflasi, yang pada akhirnya menjadi faktor penekan bagi harga emas dalam jangka menengah.

Buka Akun Trading
diJAVAaja