Poundsterling Mengamuk! GBPJPY Terancam Rally Lebih Gila di Tengah Krisis Yen!

0
16

Javafx.co.id – Yen Masih Rapuh, GBPJPY Bertahan Bullish di Tengah Ancaman Intervensi Jepang

Pergerakan pasangan mata uang GBPJPY pada perdagangan 8 Mei 2026 masih cenderung bullish meskipun volatilitas pasar meningkat tajam akibat intervensi Jepang di pasar valuta asing. Kuatnya Poundsterling Inggris yang didukung ekspektasi suku bunga tinggi Bank of England (BoE) masih menjadi faktor utama penguatan GBPJPY, sementara Yen Jepang tetap berada di bawah tekanan akibat lemahnya fundamental domestik Jepang dan tingginya harga energi global.

Intervensi Jepang Kembali Guncang Pasar Forex

Pemerintah Jepang kembali diduga melakukan intervensi besar di pasar forex selama libur Golden Week untuk memperkuat Yen setelah USDJPY mendekati level psikologis 160. Data Bank of Japan menunjukkan Jepang kemungkinan telah menghabiskan lebih dari USD 30 miliar untuk membeli Yen dalam beberapa hari terakhir.


Langkah tersebut sempat membuat Yen menguat tajam dan memicu koreksi pada pair Yen crosses termasuk GBPJPY. Namun analis menilai efek intervensi hanya bersifat sementara karena tekanan fundamental terhadap Yen masih sangat besar.

Selisih Suku Bunga BoE dan BoJ Masih Jadi Faktor Utama

Salah satu faktor fundamental terbesar yang mendukung GBPJPY adalah perbedaan kebijakan moneter antara Bank of England dan Bank of Japan. Bank of England diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga tinggi karena inflasi Inggris masih relatif kuat. Bahkan beberapa pejabat BoE masih membuka peluang pengetatan tambahan jika tekanan harga kembali meningkat.


Di sisi lain, Bank of Japan masih mempertahankan kebijakan suku bunga rendah meskipun mulai menunjukkan sikap lebih hawkish. Selisih yield yang lebar antara Inggris dan Jepang membuat investor global tetap tertarik pada aset berbasis Poundsterling dibanding Yen Jepang.



Harga Minyak Dunia Jadi Beban Besar bagi Yen Jepang

Kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah juga menjadi faktor penting yang menekan Yen Jepang. Jepang merupakan negara pengimpor energi besar sehingga lonjakan harga minyak memperburuk neraca perdagangan dan meningkatkan tekanan inflasi domestic.

Kondisi tersebut membuat Yen semakin rentan melemah terhadap mata uang utama dunia termasuk Poundsterling Inggris.


Baca Juga:  Intervensi Jepang Tak Mempan? GBPJPY Masih Dominan Bullish di H4


BoJ Mulai Bahas Kenaikan Suku Bunga Tambahan

Risalah rapat terbaru Bank of Japan menunjukkan beberapa anggota dewan mulai mempertimbangkan kenaikan suku bunga tambahan jika inflasi akibat lonjakan energi terus meningkat dan mulai mempengaruhi ekonomi secara lebih luas.


Meski demikian, pasar masih menilai langkah normalisasi kebijakan BoJ akan berlangsung sangat lambat dibanding bank sentral utama lainnya sehingga belum cukup kuat untuk membalikkan tren pelemahan Yen dalam jangka menengah.



Sentimen Carry Trade Masih Dominasi Market

Arus carry trade masih menjadi salah satu pendorong utama penguatan GBPJPY. Investor global masih memanfaatkan Yen sebagai mata uang pendanaan karena suku bunga Jepang tetap rendah dibanding negara maju lainnya.


Selama perbedaan suku bunga global masih besar, pair Yen crosses seperti GBPJPY diperkirakan tetap mendapat dukungan bullish meskipun sesekali mengalami koreksi akibat intervensi Jepang.




Analisis Teknikal GBPJPY 8 Mei 2026

Secara teknikal, GBPJPY masih bergerak dalam tren bullish meskipun volatilitas meningkat akibat aksi intervensi Jepang. Area support penting saat ini berada di sekitar level psikologis 214.00–215.00. Selama harga bertahan di atas area tersebut, buyer masih berpotensi mendominasi pasar.


Namun trader tetap perlu mewaspadai potensi pergerakan ekstrem sewaktu-waktu jika pemerintah Jepang kembali melakukan intervensi besar di pasar forex.


Kesimpulan

Pergerakan GBPJPY pada 8 Mei 2026 dipengaruhi oleh kombinasi faktor fundamental global seperti intervensi Jepang, kebijakan suku bunga Bank of England dan Bank of Japan, harga minyak dunia, serta sentimen carry trade global. Selama selisih suku bunga Inggris dan Jepang masih lebar dan Yen tetap lemah, GBPJPY cenderung mempertahankan bias bullish meskipun volatilitas pasar masih sangat tinggi akibat ancaman intervensi Jepang.


Buka Akun Trading:

diJAVAaja