Javafx.co.id-Pergerakan indeks Nasdaq Composite cenderung hati-hati pada perdagangan hari ini menjelang rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat (CPI) yang sangat dinantikan pasar. Setelah mencetak rekor tertinggi baru pada sesi sebelumnya, Nasdaq futures melemah tipis karena investor memilih menahan posisi sambil menunggu data CPI April yang akan dirilis malam ini waktu Indonesia. Data tersebut dipandang sebagai penentu arah berikutnya bagi kebijakan suku bunga Federal Reserve dan sentimen pasar saham teknologi.
Pasar saat ini memperkirakan inflasi AS kembali meningkat dibanding bulan sebelumnya, terutama akibat lonjakan harga energi dan minyak global. Kekhawatiran ini membuat investor mulai mengurangi eksposur pada saham-saham teknologi besar yang selama ini menjadi motor penggerak Nasdaq, seperti NVIDIA, Apple, dan Microsoft. Jika angka CPI keluar lebih tinggi dari ekspektasi, pasar khawatir The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, yang dapat menekan valuasi saham growth dan memicu aksi ambil untung di sektor teknologi.
Meski demikian, optimisme terhadap tren kecerdasan buatan (AI) masih menjadi penopang utama Nasdaq. Reli saham chip dan perusahaan AI dalam beberapa pekan terakhir membuat indeks ini tetap dekat level tertinggi sepanjang masa. Karena itu, rilis CPI malam ini dipandang sebagai ujian besar: jika inflasi lebih rendah dari perkiraan, Nasdaq berpotensi melanjutkan penguatan dan mencetak rekor baru; sebaliknya, jika data lebih panas, volatilitas tajam kemungkinan terjadi terutama di saham teknologi berkapitalisasi besar.
Trading aja dulu
diJAVAaja




