Bank of England Membatalkan Pembatasan Era Pandemi Pada Dividen Bank

Bank of England (BoE) membatalkan pembatasan era pandemi pada dividen dari HSBC, Barclays dan pemberi pinjaman top lainnya dengan segera pada hari Selasa, dengan mengatakan stress test-nya menunjukkan sektor ini memiliki modal yang baik untuk mengatasi dampak dari COVID pada ekonomi.

Gubernur Bank of England Andrew Bailey mengatakan peluncuran cepat program vaksinasi Inggris telah menyebabkan peningkatan prospek ekonomi dalam beberapa bulan terakhir.

“Tetapi risiko terhadap pemulihan tetap ada. Rumah tangga dan bisnis kemungkinan akan membutuhkan dukungan berkelanjutan dari sistem keuangan karena ekonomi pulih dan langkah-langkah dukungan pemerintah akan berkurang selama beberapa bulan mendatang, ”kata Bailey. Saham pemberi pinjaman Inggris naik pada awal perdagangan di London, dengan HSBC dan NatWest naik 2%. Barclays, Standard Chartered dan Lloyds semuanya juga naik lebih dari 1%, dibandingkan dengan kenaikan fraksional 0,2% untuk indeks FTSE 100. Saham HSBC yang diperdagangkan di Hong Kong juga memperpanjang kenaikan setelah berita tersebut, naik 4%.

Ketika Inggris memasuki penguncian pertamanya pada Maret tahun lalu untuk memerangi COVID-19, BoE mengatakan kepada pemberi pinjaman untuk menangguhkan dividen dan pembelian kembali saham hingga akhir 2020. BoE juga merekomendasikan penghapusan bonus untuk staf senior. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa bank memiliki modal yang cukup untuk mempertahankan pinjaman kepada bisnis yang terkena penurunan ekonomi saat pandemi berlangsung.  BoE melonggarkan pembatasannya Desember lalu ketika dampak pandemi menjadi lebih jelas, dengan mengatakan pembayaran dapat dilanjutkan dalam “pagar pembatas”.

Komite Kebijakan Keuangan (FPC) BoE mengatakan pada hari Selasa bahwa “pelindung luar biasa pada distribusi pemegang saham tidak lagi diperlukan” setelah tes stres tahunan kesehatan keuangan bank. Namun, regulator masih diharapkan untuk mengawasi bonus bagi bankir senior untuk memastikan mereka tetap berhati-hati. Federal Reserve AS mengatakan pada bulan Juni bahwa bank-bank besar tidak akan lagi menghadapi pembatasan era pandemi tentang berapa banyak yang dapat mereka belanjakan untuk membeli kembali saham dan membayar dividen. Pengawas perbankan utama Bank Sentral Eropa Andrea Enria mengatakan bulan ini ECB berencana untuk membiarkan pemberi pinjaman zona euro melanjutkan pembayaran kepada pemegang saham mulai Oktober, kecuali kemerosotan ekonomi baru.

Pernyataan dari Gubernur BoE ini merupakan salahs atu penggerak pasar untuk pound, namun belum memberi dukungan bagi mata uang ini. Pasangan mata uang GBP/USD masih bergerak antara level $1.38000 – 1.39000.

Share this post

Analisa Fundamental

Edukasi

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.