China Akan Komit Pada Fase Satu Hingga Menjelang Pemilu AS

JAVAFX – Menurut sebuah laporan yang berbasis di London TS Lombard menjelaskan bahwa China kemungkinan akan melakukan bagiannya untuk menjunjung tinggi komitmen dalam upaya untuk meredakan perselisihan perdagangan fase satu dengan AS selama 18 bulan antara kedua negara adidaya ekonomi.

Beijing dalam kesepakatan sejauh ini karena membantu dorongan kepemimpinan untuk menstabilkan ekonomi dan meningkatkan kepercayaan pasar, pada saat yang sama pihaknya berharap untuk pengembalian tarif lebih lanjut pada waktunya.

Secara khusus Cina bersedia dan mampu untuk tetap meningkatkan impor dari AS dan menjaga mata uang yuan dalam posisi stabil. Ini akan memastikan kesepakatan itu berlangsung hingga pemilihan presiden AS pada bulan November.

Setelah berbulan-bulan negosiasi, akhirnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wakil Perdana Menteri China Liu He secara resmi menandatangani perjanjian perdagangan fase satu di Gedung Putih, pada hari Rabu (15/1) pukul 11.30 waktu Washington, dalam upaya untuk meredakan perselisihan perdagangan selama 18 bulan antara kedua negara adidaya ekonomi.

Trump mengatakan AS dan Cina  memperbaiki kesalahan pada masa lalu dan memberikan masa depan keadilan ekonomi dan keamanan bagi pekerja, petani, dan keluarga Amerika. Inti dari gencatan senjata antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini adalah janji China untuk membeli produk pertanian AS senilai $200 miliar selama dua tahun yang mencakup sekitar $80 miliar barang manufaktur, $53 miliar energi, $32 miliar di bidang pertanian dan $35 miliar dalam layanan.

Sebagai gantinya, AS akan membatalkan putaran tarif baru dan memangkas tarif barang-barang Tiongkok sekitar $120 miliar menjadi setengah hingga 7,5%. Trump mencatat tarif 25% pada impor Tiongkok senilai $250 miliar akan tetap berlaku untuk memberikan pengaruh AS ketika kedua negara sepakat untuk menyelesaikan perjanjian dagang fase dua, dimana negosiasinya akan segera dimulai.

Untuk memenuhi tambahan $ 200 miliar itu, Cina harus membeli dalam jumlah yang lumayan banyak produk AS. Seperti, barang pertanian, mesin, terutama produk pesawat dan energy. Untuk beberapa produk, Beijing mungkin harus menggandakan pembeliannya dengan mengurangi tarif impor tersebut dan berhenti membelinya dari sumber lain.

China membeli sekitar $186,29 miliar barang dan jasa Amerika pada tahun 2017 lalu sebelum perang perdagangan dimulai, menurut data dari Biro Sensus AS. Dalam hal produk pertanian, China membeli $24 miliar dari AS pada tahun 2017 dan diperkirakan akan meningkat sebesar $32 miliar selama dua tahun, menurut laporan Reuters.

Analisa Fundamental

Latest Articles

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Biden Tunjuk Rahm Emanuel Sebagai Dubes AS untuk Jepang

Joe Biden telah memilih Rahm Emanuel, mantan wali kota Chicago dan kepala staf Gedung Putih di bawah pemerintahan Barack Obama, sebagai duta besar AS...

Biden yakin konflik Israel-Palestina segera berakhir

Presiden Amerika Serikat Joe Biden, pada Rabu (12/5) menyampaikan harapannya agar rentetan kekerasan antara Israel dan Palestina akan segera berakhir. Harapan itu ia nyatakan setelah...

Asa Minyak Mentah Di Tengah Proyeksi Pemulihan Ekonomi

Minyak menguat pada perdagangan Selasa pagi di Asia. Bahkan, minyak mentah merangsek naik mendekati level tertinggi dua tahun terakhir. Kenaikan ini tak lepas dari kelanjutan ekonomi utama seperti AS dan Eropa yang berangsur pulih dari COVID-19.

Presiden Korea Selatan Dijadwalkan Bertemu Biden di Gedung Putih

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada 21 Mei mendatang akan menjadi pemimpin dunia kedua yang bertemu langsung dengan Presiden Joe Biden di Gedung Putih,...

Let us help you

Register for our free Webminar !

Tujuan utama dari layanan webinar ini adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan informasi agar dapat menjadi seorang trader pro.

Webinar ini diselenggarakan secara live dengan berbagai topik menarik, mulai dari tutorial platform trading, analisis teknikal, strategi dan robot trading, hingga update berita fundamental yang berdampak besar terhadap pergerakan market dunia.

Hubungi kami di : +6281 380 725 502