Corona Mengamuk, Sayang Gagal Mendorong Emas Naik

Ekonomi Swiss Rebound Tajam Ditengah Pandemi

PDB Swiss tumbuh sebesar 7,2% pad kuartal ketiga tahun 2020, terbesar setidaknya sejak 1980, setelah penurunan bersejarah sebesar 7% pada kuartal sebelumnya,...

United Kingdom Nationwide Housing Prices YoY (Actual) 6.5 VS 6.2 (Forecast) **BETTER**

Data Nationwide Housing Prices YoY United Kingdom dilaporkan sebesar 6.5. Data ini lebih baik daripada ekspektasi pasar yang sebelumnya diperkirakan di 6.2. Di saat yang...

Germany Unemployment Rate Harmonised (Actual) 4.5 VS 4.6 (Forecast) **WORSE**

Data Unemployment Rate Harmonised Germany dilaporkan sebesar 4.5. Data ini lebih buruk daripada ekspektasi pasar yang sebelumnya diperkirakan di 4.6.

Switzerland GDP Growth Rate QoQ (Actual) 7.2 VS 6.5 (Forecast) **BETTER**

Data GDP Growth Rate QoQ Switzerland dilaporkan sebesar 7.2. Data ini lebih baik daripada ekspektasi pasar yang sebelumnya diperkirakan di 6.5. Di saat yang sama,...

Nikkei 225 Jepang menguat 1.41%, naik 372 poin dan ditutup di 26806

Nikkei 225 Jepang menguat 1.41% atau 372 poin dan ditutup di 26806 pada tanggal 1 Desember 2020. Dari 223 saham perusahaan besar pilihan yang...

RBA Pertahankan Suku Bunga, Dan Pertahankan Level Rendah Tiga Tahun Ke Depan

Reserve Bank Of Australia mempertahankan suku bunga tidak berubah pada rekor terendahnya 0,1% pada pertemuan kebijakan hari ini. Keputusan ini sudah sesuai...

JAVAFX – Harga emas di bursa berjangka melemah sedikit di perdagangan hari Selasa (17/11/2020). Risk Appetite yang terjadi di kalangan pedagang dan investor memang memudar karena mengganasnya kembali wabah Covid-19 yang mengamuk terus-menerus mempengaruhi psikologi pasar. Namun sayang hal tersebut tidak dapat memberi energi bagi emas untuk melakukan kenaikan harga.

Risk appetite yang terjadi di bursa saham global menjadikan hasil yang beragam, dimana indek saham AS turun. Indek saham Dow dan S&P 500 memiliki rekor naik pada perdagangan sebelumnya. Harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember turun $ 1,80 pada $ 1,886.

Emas juga gagal memanfaatkan pelemahan dolar AS. Indek dolar AS kembali melemah disaat Greenback terus menderita di pasar valuta asing. Indek Dolar AS meregang di posisi yang tidak jauh dari level terendahnya baru-baru ini.

Sejumlah negara bagian AS memberlakukan pembatasan kembali pada bisnis dan pertemuan publik, karena Covid-19 mengamuk dan banyak tempat tidur rumah sakit penuh atau hamper penuh. Suasana di AS dan di Eropa ini tidak dapat membantu tetapi mengurangi selera risiko pedagang dan investor menuju liburan yang kemungkinan akan membuat keluarga terpisah. Terlepas dari berita yang sangat menggembirakan tentang vaksin yang terlihat baru-baru ini, ada hari-hari gelap yang menanti AS, Eropa, dan negara-negara lain yang terpukul parah oleh pandemi.

Para pedagang dan investor telah sedikit terpengaruh oleh laporan bahwa pemerintahan Trump berencana untuk mengambil tindakan yang sangat keras terhadap China selama dua bulan ke depan, sebelum Trump meninggalkan White House, termasuk dilaporkan beberapa langkah yang akan dilakukan oleh pemerintahan Biden akan datang terasa sulit untuk memutar kembali.

Baru hari ini, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menerbitkan rencana untuk mewajibkan perusahaan China yang diperdagangkan di bursa saham AS agar auditor diawasi oleh AS. Jika perusahaan China tidak mematuhinya, mereka akan ditutup dari bursa saham AS.

Secara teknis, harga emas berjangka untuk kontrak bulan Desember memiliki keuntungan teknis jangka pendek secara keseluruhan. Tujuan kenaikan harga berikutnya adalah untuk menghasilkan penutupan di bulan Desember di atas resisten kuat di tertinggi November $ 1.966,10.

Dalam jangka pendek, harga emas di bursa berjangka berpotensi turun apabila harga di bawah level support yang solid di $ 1,848 yang merupakan posisi terendah bulan November. Sebaliknya, jika harga menguat kembali dan menembus level resistensi di $ 1.900, berpeluang mengekspose ke $ 1.920.  Untuk itu, harga harus bertahan setidaknya diatas level terendah minggu ini di $ 1.861,50.

Latest Articles

Harga minyak turun tipis saat pembicaraan produksi OPEC+ tidak pasti

Harga minyak turun tipis pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), di tengah ketidakpastian tentang apakah produsen-produsen minyak utama dunia akan setuju untuk memperpanjang...

Emas jatuh lagi, catat bulan terburuk 4 tahun karena optimisme vaksin

Emas jatuh ke terendah lima bulan pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) dan mencatat bulan terburuk dalam empat tahun, karena optimisme atas pemulihan...

Pertemuan OPEC+, Perpanjang Pemotongan Atau Naikkan Produksi Bertahap

JAVAFX - Anggota OPEC + akan mempertimbangkan apakah akan memperpanjang pemotongan minyak yang ada selama tiga hingga empat bulan kedepan atau secara...

Sejumlah Fundamental Negatif Membebani Emas

JAVAFX - Tak sedikit pelaku pasar yang tergoda untuk berpikir bahwa pergerakan indek Dolar AS yang lebih rendah baru-baru ini akan mendorong...

Emas Menuju Penurunan Bulan Keempat Beruntun

Harga emas kembali diperdagangkan lebih rendah pada hari Senin diakhir bulan November. Emas tertekan turun dibawah level $1770,00 Senin pagi yang merupakan...

Survei: infeksi COVID-19 Inggris turun 30 persen selama lockdown

Infeksi COVID-19 telah turun 30 persen saat penguncian nasional (lockdown) selama sebulan di Inggris. Fakta itu diperlihatkan pada Senin (30/11) lewat sebuah penelitian...

Optimisme Pasar Meningkat, Emas Anjlok Ke Level Rendah Lima Bulan

Harga emas lagi ke level lebih rendah pada sesi Asia Senin pagi karena investor melihat masa depan yang lebih optimis.

Reli Emas Masih Nyata Atau Tinggal Impian

JAVAFX - Tahun ini telah terbukti menjadi ajang spekulasi emas dan impian investor setelah logam mulia ini reli dengan keras untuk mencapai...

Biden diprediksi tunjuk ekonom senior masuk tim ekonomi

Presiden terpilih Joe Biden diperkirakan menunjuk mantan penasihat pemerintahan Obama, Neera Tanden, selaku direktur kantor anggaran Gedung Putih dan ekonom Cecilia Rouse selaku ketua...

WHO: Jumlah kematian akibat malaria melebihi COVID-19 di Afrika

Kematian akibat malaria di sub-Sahara Afrika jauh lebih parah daripada yang diakibatkan COVID-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan pada Senin. Menurut WHO, keadaan itu disebabkan...

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Biden pertimbangkan eks penasihat keamanan nasional Obama pimpin CIA

Presiden terpilih dari Partai Demokrat Joe Biden sedang mempertimbangkan menunjuk Tom Donilon sebagai direktur Badan Intelijen Pusat/CIA, kata seseorang yang mengetahui situasi itu pada...

Presiden China Xi sampaikan selamat kepada Biden

Presiden China Xi Jinping pada Rabu (25/11) memberi selamat kepada Joe Biden karena menang pemilihan presiden Amerika Serikat 3 November. Xi menyuarakan harapan bahwa kedua...

Bank of America : Musim Panas Nanti, Harga Minyak Bisa Ke $60

JAVAFX - Harga minyak mentah Brent bisa mencapai $ 60 per barel pada musim panas mendatang karena meredanya aturan pembatasan perjalanan, demikian...

Distribusi Vaksin Covid-19 Bisa Tunda Kiriman Belanja Natal Online

Pengiriman hadiah Natal yang dibeli secara daring dari toko-toko pengecer besar, bisa tertunda karena sesuatu yang jauh lebih penting, yaitu vaksin Covid-19. Perusahaan farmasi, termasuk...

Let us help you

Register for our free Webminar !

Tujuan utama dari layanan webinar ini adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan informasi agar dapat menjadi seorang trader pro.

Webinar ini diselenggarakan secara live dengan berbagai topik menarik, mulai dari tutorial platform trading, analisis teknikal, strategi dan robot trading, hingga update berita fundamental yang berdampak besar terhadap pergerakan market dunia.

Hubungi kami di : +6281 380 725 502