Damai Dagang AS dan Cina, Gold Di Prediksi Melemah

Trump mengatakan kemarin bahwa negosiasi dagang AS dan Cina banyak mengalami kemajuan di fase pertama. Trump berharap dapat menandatangani perjanjian tersebut ketika bertemu dengan Presiden Cina, Xi Jinping saat KTT APEC di Chile pertengahan November nanti. Menurut Perwakilan Dagang AS, Robert Lightizer, dokumen resmi akan rampung sebelum KTT APEC berlangsung. Optimisme dagai dagang ini terus mendorong Gold sebagai Safe Havens terus melemah karena turunnya permintaan Safe Havens Gold dan kembali ke Risk Aversion.

Gold Trading

Permintaan gold juga turun karena masih terbukanya peluang Soft Brexit (Inggris keluar dari Uni Eropa dengan kesepakatan). Parlemen Inggris telah menugaskan Perdana Menteri Inggris untuk mengirim surat permohonan penundaan Brexit untuk terus bernegosiasi dengan Uni Eropa agar Inggris dapat berpisah dengan Uni Eropa dengan mulus. Inggris kemungkinan masih harus berkontribusi pada anggaran keuangan Eropa. Adanya ekspektasi penurunan suku bunga Amerika untuk mengatasi dampak negatif dari data-data ekonomi AS dan Cina yang menunjukkan adanya ancaman resesi terhadap pertumbuhan ekonomi kedua negara dan global pekan lalu.

Gold di prediksi dapat terus melemah menuju support satu di level 1478.75 hingga support dua di level 1473.40. Namun jika terjadi koreksi naik dan koreksi naiknya menembus pivot di level 1487.00 maka Gold di prediksi akan melanjutkan koreksi naiknya menuju resisten satu di level 1492.25.