“Delinking”Dolar – Emas, Seiring Kenaikannya

Badai Zeta Akibatkan Banjir dan Listrik Padam di Louisiana

Badai Zeta menghantam Louisiana yang kelelahan dengan terpaan badai pada Rabu (28/10). Kota New Orleans tepat berada di jalur badai yang mencurahkan hujan lebat dan...

United Kingdom Car Production YoY (Actual) -5 VS -24 (Forecast) **BETTER**

Data Car Production YoY United Kingdom dilaporkan sebesar -5. Data ini lebih baik daripada ekspektasi pasar yang sebelumnya diperkirakan di -24.

Germany Unemployment Change (Actual) -35 VS -4 (Forecast) **WORSE**

Data Unemployment Change Germany dilaporkan sebesar -35. Data ini lebih buruk daripada ekspektasi pasar yang sebelumnya diperkirakan di -4. Di saat yang sama, Germany juga...

Hong Kong Hang Seng Indeks melemah 0.55%, turun 136 poin dan ditutup di 24573

Hong Kong Hang Seng Indeks melemah 0.55% atau 136 poin dan ditutup di 24573 pada tanggal 29 Oktober 2020. Dari 51 saham perusahaan besar...

Covid-19: Singapura 7 vs 7 ( -0%)

Singapura melaporkan penambahan 7 kasus baru COVID-19 pada tanggal 29 October 2020. Saat ini, total kasus COVID-19 di Singapura berjumlah 57,994 dan total kasus aktif...

Bursa Saham Eropa Dibuka Beragam

Bursa Saham Utama Eropa dibuka beragam. Sementara itu di Wall Street, Dow Jones Industrial naik 134.05 ke 26519.95, S&P 500 naik 28.97 ke 3271.03 dan...

JAVAFX – Harga emas di bursa berjangka memulihkan kerugian yang terjadi di awal perdagangan untuk berakhir dengan kenaikan moderat pada perdagangan di hari Kamis (15/10/2020. Para pialang menyukai logam mulia kembali sebagai investasi safe haven, ditengah kenaikan dalam dolar AS.  Ini merupakan tanda-tanda “delinking“, dimana emas dan dolar AS sama-sama menguat.

Sementara itu, upaya sejumlah negara di Eropa dalam menangani peningkatan kasus COVID-19 dan pembicaraan yang sedang berlangsung antara Inggris dan Uni Eropa mengenai Brexit berhasil meningkatkan permintaan safe-haven untuk emas. Hal ini mendorong harga emas naik dan melebihi tekanan sebelumnya yang terjadi akibat kenaikan dolar.

Penguatan Dolar karena Euro dan Poundsterling jatuh setelah. Biasanya, penguatan Dolar AS membuat emas menjadi turun, namun tidak dalam perdagangan di hari Kamis. Indek Dolar diperdagangkan dengan naik sekitar 0,5%, sementara harga emas untuk kontrak pengiriman bulan Desember juga naik $ 1,60, atau 0,08%, menetap di $ 1,908.90 per ounce setelah kenaikan 0,7% pada hari Rabu. Harga emas memang sempat turun dahulu ke level terendah hari itu di $ 1,892.70. Dalam sepekan, harga telah turun 0,9%, menurut data FactSet.

Naiknya harga emas sejalan dengan penguatan dolar terjadi karena tidak adanya katalis sentiment lain akhir-akhir ini. Sejumlah investor jangka panjang percaya bahwa kebangkitan pandemi dan keyakinan bahwa wabah virus dapat menyebabkan stimulus fiskal secara global bisa berkelanjutan. Ini akan menjadi anugerah bagi emas dimana logam mulia akan diuntungkan. Eropa misalnya, telah melepaskan lebih banyak stimulus dan membuat investor merasa nyaman meski ada sedikit jeda bantuan di AS.

Dalam mengatasi wabah Corona, Prancis mengumumkan jam malam baru di Paris dan kota-kota besar lainnya. Begitu juga dengan Inggris juga memberlakukan pembatasan di London. Sementara itu, para pemimpin Eropa bertemu untuk membahas pandemi virus corona serta pembicaraan perdagangan dengan Inggris dengan masa transisi Brexit yang berakhir pada akhir 2020.

Harga emas sempat naik setelah data ekonomi AS mengungkapkan bahwa jumlah orang Amerika yang melamar tunjangan pengangguran di pekan yang berakhir 10 Oktober naik 53.000 menjadi 898.000 – level tertinggi dalam tujuh minggu. Kenaikan signifikan dalam klaim pengangguran merupakan tanda peringatan lain bagi anggota parlemen AS untuk bertindak bersama. Ini menjadi fakta yang menyedihkan adalah bahwa situasi ini hanya akan menjadi lebih buruk jika kita tidak mendapatkan bantuan dalam hal paket stimulus lain. Pedagang telah menjadi lebih banyak menghindari risiko di belakang titik data ini, dan itu menyebabkan kenaikan harga emas segera setelah data klaim pengangguran.

Ada harapan permintaan investasi emas yang lebih tinggi dari Eropa dan Inggris, ditambah permintaan fisik Asia, dapat menghasilkan tren harga emas bullish untuk akhir pekan ini dan perdagangan dalam minggu depan.

Hot Topics

Emas naik, dolar tergelincir saat kekhawatiran virus corona berlanjut

Harga emas naik pada akhir perdagangan Selasa, dan nilai tukar dolar AS melemah saat kekhawatiran atas lonjakan kedua dalam kasus virus corona. Sementara investor menahan...

Westpac Berniat PHK 150 Karyawan, AUDUSD Di prediksi Melemah

Bank tertua dan terbesar kedua di Australia, Wespac Banking Corp berniat melakukan PHK 150 karyawannya karena hendak menghentikan pengoperasiannya di berbagai tempat...

Penguatan Dolar AS Karena Koreksi Teknikal

Pelemahan dolar AS kemarin masih terjadi karena masih adanya pengaruh dari optimisme pasar mengenai pembahasan stimulus corona antara Pemerintah dan DPR...

Related Articles

Senat Setujui Pilihan Trump untuk Hakim Agung dengan Suara Partisan

Senat Amerika mengonfirmasi hakim banding federal Amy Coney Barrett untuk menduduki kursi di Mahkamah Agung dalam pemungutan suara 52-48 pada Senin (26/10) malam. Senator Republik...

Greenback, Bullion Seiring Sejalan, Di Tengah Harapan Dan Kekhawatiran

Greenback diperkirakan masih akan melemah hari ini, demikian dengan emas yang diperkirakan juga akan melemah. Padahal, data klaim tunjangan pengangguran AS yang...

Gedung Putih: AS Tidak akan Kontrol Pandemi

Sementara kasus infeksi virus corona melonjak lagi di AS, kepala staf Gedung Putih Mark Meadows, Minggu (25/10), menyatakan bahwa negara itu tidak akan mengontrol...

Pertumbuhan Ekonomi China Terlihat Mencapai Terendah Dalam 44 Tahun – Polling Reuters

Ekonomi China diperkirakan akan tumbuh pada laju terlemahnya dalam lebih dari empat dekade bahkan ketika negara tersebut terus pulih dari dampak pandemi...