Dolar AS Masih Tertekan, Karena Meningkatnya Selera Resiko

JAVAFX – Indeks dolar AS turun 0,49% pada hari Senin ke level 97,82 karena selera resiko meningkat pada optimism bahwa kemerosotan ekonomi global terburuk yang disebabkan oleh pandemic Covid-19.

Kekhawatiran terbesar untuk pasar obligasi adalah meningkatnya utang pemerintah AS dengan yield Treasury tenor 10th naik menjadi 0,677% dari 0,644% pada Jumat lalu.

Gold Trading

“Sebagian besar investor mengatakan bahwa aksi protes dan demonstasi yang terjadi di banyak kota di AS tidak akan menghancurkan ekonomi,” kata Paul Nolte, manajer portofolio di Kingsview Asset Management di Chicago. “Ini adalah salah satu penghalang saja, tetapi tidak sebesar dampak pandemic.”

Aksi protes yang terjadi Sebagian besar berlangsung damai pada hari Minggu, tetapi berubah menjadi anarkis pada malam hari. Pada hari Senin, Presiden Donald Trump mendesak Gubernur negata bagian untuk menindak protes atas ketidaksetaraan rasial yang telah melanda kota-kota besar di negara tersebut.

Pasar kemudian bereaksi atas laporan data aktivitas manufaktur AS yang sedikit naik dari level terendah 11 tahun pada bulan Mei. Laporan tersebut adalah tanda terkuat namun bahwa kemerosotan ekonomi terburuk telah berlalu Ketika bisnis akan dibuka Kembali, meskipun pemulihan dari krisis karena Covid-19 membutuhkan waktu bertahun-tahun karena tingkat pengangguran yang tinggi.