Dolar AS Tekan Pound Sterling

0
66

JAVAFX – Dolar AS tekan pound sterling pada perdagangan mata uang dunia hingga saat ini dimana pelemahan ini dipicu oleh situasi politik Inggris yang tidak menentu pasca pemilu pekan lalu.

Cable atau pounsterling kembali di level terendah 8 minggu lalu di Senin ini, jatuh dibawah level 1,27 dimana hasil pemilu yang suara mayoritas partai Konservatif akan hilang di pemilihan umum kali ini sehingga akan terjadi ‘hung parlianment’ di pemerintahan yang baru nanti.

Tekanan poundsterling juga dipengaruhi akan naiknay suku bunga the Fed Kamis dini hari ini dan rapat suku bunga bank sentral Inggris pada Kamis sore minggu ini. GBPUSD di level 1,2690 sore ini setelah pada perdagangan sesi Jumat akhir pekan lalu turun 1,7%, sebuah angka persentase penurunan terbesar sejak 8 bulan lalu.

Sementara itu, hingga hari ini, Perdana Menteri Theresa May masih melakukan konsolidasi di dalam tubuh partai Konservatif dan segera mencari dukungan partai kecil seperti partai Persatuan Demokrat Irlandia Utara agar mendapatkan suara yang lebih besar di parlemen rendah Inggris.

Selain itu, Inggris akan menghadapi perundingan masalah Brexit di 19 Juni ini, namun sejauh ini, parlemen Uni Eropa menyatakan bahwa perundingan Brexit tidak bisa diundur jadwalnya. Namun siapakah yang akan mengawal Brexit ini dari pihak Inggris masih menjadi tanda tanya besar, karena itu masa depan ekonomi Inggris makin suram terlihatnya sehingga dapat dipastikan BoE Kamis ini tidak akan merubah kebijakan moneternya.

Berkembang kabar bahwa jadwal perundingan Brexit akan dimajukan jadwalnya oleh pihak pemerintah Inggris demi antisipasi pemilu ulang di Inggris yang dijadwalkan sebelum Natal tahun ini atau setelah Tahun Baru 2018.

Sedangkan euro bereaksi sederhana meski Emmanuel Macron berhasil membentuk kabinet pemerintahan yang baru di Perancis.

Dari Jepang, Senin ini data inti pesanan mesin mengalami penurunan dibawah perkiraan pasar di bulan April, sehingga perhatian pasar terhadap recoveri ekonomi Jepang sepertinya akan menghadapi kendala kembali.

Indeks dolar sendiri sedang mengalami penurunan 0,11% dimana investor sedang memperhatikan serius terhadap meeting suku bunga the Fed yang aka berlangsung selama 2 hari mulai Selasa malam dan Kamis dini hari akan diumumkan kebijakan suku bunga yang baru.

Dengan suku bunga yang akan naik, investor akan memperhatikan lebih lanjut apakah the Fed masih akan menaikkan kembali suku bunganya tahun ini ataukah tahun depan.

Sumber berita: reuters, investing, kitco, bloomberg
Sumber gambar: Nasdaq