Dolar AS Terus Menguat Sejak Rabu Lalu. Apa saja Penyebabnya ?

0
90
Berita Forex Dolar AS

Setelah Pemilu AS yang sempat melemahkan Dolar AS karena DPR AS dimenangkan oleh Partai Demokrat yang dianggap bisa menghambat kebijakan Presiden Trump, akhirnya sejak Rabu minggu lalu, Dollar Amerika Serikat (AS) mulai menguat bahkan hingga hari ini, Senin (12/11).

Dolar AS menanjak ke level terkuat dalam 16 bulan terakhir. Penguatan dollar AS didorong ekspektasi mengenai kenaikan suku bunga The Fed Desember mendatang. Bank Sentral AS Federal Reserve pekan lalu memberi sinyal tetap berada di jalur pengetatan moneter seiring bergeraknya ekonomi dan upah pekerja. Ekspektasi kenaikan suku bunga Desember mendatang juga diikuti ekspektasi dua kali kenaikan suku bunga lagi pada pertengahan 2019. Tren bunga AS yang lebih tinggi ketimbang kebijakan suku bunga Bank of Japan (BOJ) yang tetap menahan bunga menjadikan spread keduanya makin jauh dan dollar AS lebih menarik bagi para pelaku pasar uang Jepang.

Selain itu, dollar AS diuntungkan dari kekhawatiran pasar akan meningkatnya ketegangan hubungan dagang AS-China, pelambatan ekonomi China, serta ketidakpastian Brexit. Diprediksi, penguatan dollar AS ke depannya akan dipengaruhi penyusunan anggaran Italia dan Brexit.

Nanti malam para pelaku pasar menunggu pernyataan anggota FOMC, Daly jam 02.30 wib  di sesi Amerika nanti yang bisa jadi pernyataannya akan pengaruhi juga pergerakan Dolar AS.