Dolar AS Tetap Kokoh Disaat Pasar Resah Dengan Turunnya Kinerja Ekonomi

0
87
Berita Forex Dolar AS

JAVAFX – Dolar AS tetap kokoh disaat pasar resag dengan turunhya kinerja ekonomi pada perdagangan sesi Asia siang ini dimana arah pergerakan ini sebagai upaya investor menangkap sinyal kuat bahwa mata uang AS haruslah masih dikuatkan.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback memberikan tekanan kepada beberapa mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,1369, GBPUSD ditutup melemah di level 1,2816, AUDUSD ditutup menguat di level 0,7079 dan USDJPY ditutup menguat di level 112,44.
Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1452, GBPUSD bergerak di level 1,2960, AUDUSD di level 0,7065 dan yen di level 112,56.

Pound dan mata uang utama dunia lainnya, memang masih bergerak dengan sisi pelemahannya terhadap dolar AS di mana ini merupakan bentuk perlawanan pasar dari pergerakan pekan sebelumnya yang di mana indeks dolar atau greenback menguat cukup besar sebagai upaya investor yang melihat ekskalasi keinginan kenaikan suku bunga Fed yang akan terjadi beberapa kali sehingga investor lebih menyukai untuk mengoleksi mata uang AS itu.

Faktor belum berhasilnya perundingan Brexit sangat mempengaruhi sentimen dari euro dan pound. Proses Brexit masih belum ada titik terang penyelesaiannya, membuat masa depan ekonomi Inggris juga masih belum jelas. Brexit membawa konsekuensi terhadap masa depan politik Inggris dimana kepemimpinan PM May menjadi pertaruhan masa depan politik Inggris dibalik kesuseksan atau malahan kegagalannya. Sejauh ini pound masih sulit bergerak pulih.
Pound memang berat langkahnya seperti juga yen yang masih enggan bergerak menguat lebih besar pasca kesepakatan dagang antara AS dengan Jepang berhasil disetujui. Sebetulnya dolar sempat menguat setelah the Fed menyatakan bahwa suku bunga atau Fed fund rate mereka naik ketujuh kalinya sejak krisis 2008 lalu sebesar 25 bps menjadi 2,25% di bulan ini. Jerome Powell juga menyatakan bahwa suku bunga naik sangat dibutuhkan ekonomi AS demi masa depan, sehingga ada peluang bahwa suku bunga masih bisa naik lagi.

Faktor keinginan suku bunga Fed yang tinggi membawa dampak kinerja ekonomi dunia bisa turun. Ini yang menjadi penyebab bursa saham Asia pagi ini gagal ikut membaik seperti bursa saham AS. Kondisi ini memberi peringatan kepada pasar bahwa kinerja ekonomi yang turun tentu akan bagus bagi kinerja dolar karena akan berfungsi sebagai safe haven.
(Sumber: Analis JAVAFX)
Author : Adhi Gunadhi