Dolar Bergerak Stabil, Sterling Keok Karena Data Ekonomi Yang Lesu

JAVAFX – Indeks dolar AS bertahan stabil pada awal pekan ini sebelum rilis data inflasi dan juga pendandatanganan kesepakatan dagang AS-China berlangsung. Sementara poundsterling menjadi mata uang utama yang paling melemah setelah pertumbuhan hangat meningkatkan kemungkinan bahwa BOE akan memangkas suku bunga bulan ini.

Di AS, akan dirilis data indeks harga konsumen (CPI) pada hari Selasa dan data penjualan ritel pada harI Kamis yang menjadi data ekonomi penting minggu ini. Sebelumnya dolar AS melemah pada akhir pekan lalu karena data tenaga kerja yang tumbuh di bawah perkiraan pada periode Desember.

Gold Trading

Poundsterling tergelincir pada hari Senin karena data menunjukan ekonomi Inggris tumbuh pada laju tahunan terlemah dalam lebih dari tujuh tahun di bulan November. Melemahnya sterling juga disebabkan sentimen negatif dari seorang pembuat kebijakan BOE, Gertjan Vlieghe yang mengatakan ia memilih untuk menurunkan suku bunga bulan ini kecuali data ekonomi membaik secara signifikan.
Data GDP m/m dilaporkan turun menjadi -0,3% dari sebelumnya +0,1% dan data lainnya yaitu produksi manufaktur juga dilaporkan melemah menjadi -1,7%d dari sebelumnya yang naik +0,5%.

Pasangan mata uang GBP/USD turun ke level 1.2960 pada hari Senin atau yang terendah dalam tiga pekan terakhir. Sampai pada Selasa siang ini, pair tersebut masih terlihat tertahan di bawah level 1.3000.

 

 

 

 

 

Swendy