Dolar Tertekan Karena Yield Turun dan Penilaian IMF Terkait Ekonomi Global

JAVAFX – Dolar terkoreksi turun pada hari Rabu karena tertekan oleh imbal hasil atau yield Treasury AS yang turun dan pernyataan ketua IMF mengenai ekonomi global. Indeks dolar sebelumnya sempat naik ke level tertinggi sepekan di 97.44 didorong oleh naiknya angka penjualan ritel dan anjloknya mata uang poundsterling. Tetapi dolar berbalik melemah karena yield Treasury jatuh setelah data pasar perumahan AS yang lemah dan kekhawatiran tentang konflik perdagangan AS dan China yang belum selesai.

Para investor melakukan aksi jual dolar pada hari Rabu juga disebabkan komentar dari pejabat IMF mengenai kondisi ekonomi global. IMF memperingatkan kembali kepada dunia bahwa ancaman pelemahan ekonomi global sangat membutuhkan perhatian khusus agar menurunnya ketidakseimbangan terhadap perdagangan global saat ini. Seruan itu telah disampaikan oleh Ketua IMF, Christine Lagarde ketika merilis “External Sector Report” yang merupakan sebuah pertemuan tahunan di Washington D.C, Amerika Serikat. Dalam laporan tersebut telah menjelaskan pula bahwa hasil pertumbuhan ekonomi global secara umum telah melambat, baik dari China, Eropa bahkan Meksiko.

Gold Trading

Terkait dengan Trade War, IMF melihat bahwa Perang Dagang sangat berisiko mengancam pertumbuhan ekonomi global. Kekhawatiran terhadap Perang Dagang antara AS – China tetap berlanjut setelah Pemerintah China pada minggu ini mengatakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi mereka telah menurun ke level terendah sejak tahun 1992.

Dana Moneter Internasional (IMF) juga mengatakan, dolar AS dinilai terlalu tinggi sebesar 6% hingga 12% berdasarkan pad fundamental ekonomi jangka pendek.

Pelemahan dolar membuat beberapa mata uang utama menguat seperti poundsterling yang rebound dari level terendah 27 bulan. Selain itu harga emas juga menanjak naik mendekati level $1430.00 ditengah tertekannya greenback.

 

 

 

 

Analis JAVAFX