Dolar Turun Dari Level Tertinggi Jelang Data CPI AS

Dolar AS melemah, turun dari level tertinggi satu tahun terhadap mata uang utama pada hari Rabu menjelang data harga konsumen AS yang akan dirilis malam ini yang dapat menjadi petunjuk lainnya kapan the fed akan menerapkan pengurangan stimulus dan menaikkan suku bunga.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang mayoritas, tergelincir 0,18% ke level 94,358 dari 94,563 yang dicapai di sesi Selasa untuk pertama kalinya sejak akhir September 2020. Dolar AS menguat pada Selasa di tengah meningkatnya ekspektasi Fed akan mengumumkan pengurangan stimulus pada bulan depan, dengan kenaikan suku bunga tahun depan.

Data CPI AS akan menjadi sangat penting, dan besar kemungkinan akan ada sedikit posisi setelah data dirilis. Dengan kemungkinan inflasi tetap tinggi, itu akan meningkatkan ekspektasi pasar untuk the fed segera menaikkan suku bunga, dan itu akan mendukung dolar AS.

Ada keyakinan besar di pasar bahwa kenaikan suku bunga akan terjadi pada Juli 2022, dengan perbandingan peluang 50-50, setelah tiga pejabat Fed kemarin mengatakan bahwa ekonomi AS telah cukup pulih untuk mulai mengurangi program pembelian aset bank sentral, termasuk Wakil Ketua Richard Clarida.

Sementara itu, lonjakan harga energi juga telah memicu kekhawatiran inflasi dan memicu spekulasi bahwa Fed mungkin perlu bergerak lebih cepat untuk menormalkan kebijakan dibandingkan dengan apa yang diproyeksikan para pejabat. Sebagian besar pembuat kebijakan Fed terus mengatakan tekanan inflasi akan terbukti sementara.

Gubernur Lael Brainard dan Michelle Bowman termasuk di antara pejabat Fed yang akan berbicara pada Rabu nanti, ketika risalah pertemuan bank sentral September juga akan dirilis.

Hingga saat ini, euro terlihat menguat terhadap dolar AS, naik 0,18% ke level $1,1551, dari $1,1522 pada hari Selasa, level terendah di hampir 15 bulan terakhir. Sterling menguat 0,19% terhadap dolar AS dan diperdagangkan pada level $1,36135, meski tetap berada di kisaran pertengahan bulan ini.

Sementara itu, dolar AS melemah 0,13% terhadap yen Jepang dan berada di level 113,465, turun dari level tertinggi tiga tahun di 113,785 yang dicapai pada sesi sebelumnya. Dolar Aussie tergelincir 0,19% terhadap dolar AS ke level $0,73375, turun dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada sesi Selasa di $0,7384

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.