ECB Pertahankan Suku Bunga, Buka Kans Kenaikan Jika Diperlukan

0
68
bank sentral global
A Eurosystem monetary authority sign stands outside the European Central Bank (ECB) headquarters ahead of the central bank's rate decision news conference in Frankfurt, Germany, on Thursday, March 12, 2020. Christine Lagarde will bid to prevent the coronavirus outbreak from sparking a repeat of the 2008 financial turmoil when the European Central Bank finally unveils its monetary response to protect the region’s economy. Photographer: Alex Kraus/Bloomberg

Bank sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga utamanya pada rekor terendah pada pertemuan 3 Februari 2022 dan berjanji untuk mengurangi pembelian obligasi yang stabil tahun ini, meskipun ada rekor kenaikan inflasi.

Namun, selama konferensi pers, Presiden ECB, Christin Lagarde mengatakan bahwa risiko inflasi naik tetapi tekanan akan mereda dan pada bulan Maret bank sentral akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk menilai kebijakan moneter. Juga, Lagarde menolak untuk mengesampingkan kenaikan suku bunga tahun ini dengan mengatakan bank akan menilai kondisi dengan sangat hati-hati dan “tidak ada janji tanpa persyaratan”.

Bank sentral Eropa mengonfirmasi akan menghentikan pembelian aset bersih pada akhir Maret 2022, dan pembelian bersih bulanan akan berjumlah €40 miliar di Q2, €30 miliar di Q3, dan €20 miliar mulai Oktober dan seterusnya dan selama diperlukan untuk memperkuat dampak akomodatif dari tingkat kebijakannya. Bank sentral juga memperkirakan pembelian bersih akan segera berakhir sebelum mulai menaikkan suku bunga ECB.

Mata uang tunggal euro melonjak naik setelah pertemuan ECB hari Kamis. Euro menguat terhadap dollar AS diatas level $1.14000 dan sempat menyentuh $1.14500 dan tampak mendekati level tertinggi diawal tahun di level $1.14800.